GROBOGAN, GEMADIKA.com – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026, aktivitas jual beli kebutuhan sayur-mayur di Pasar Agro Purwodadi terpantau belum menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah pedagang mengaku penjualan justru cenderung menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang sayur, Yono, mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini berbeda dengan momentum Ramadan tahun lalu yang lebih ramai.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, sekarang ini pembeli agak berkurang. Biasanya menjelang Ramadan sudah mulai ada peningkatan, tapi tahun ini belum terlalu terasa,” ujar Yono saat ditemui Gemadika.com, Senin (17/2/2026).

Menurutnya, kenaikan harga pada beberapa komoditas sayur memang terjadi, namun daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih. Ia juga menyinggung adanya sejumlah faktor yang turut memengaruhi kondisi pasar.

Baca juga :  Pemdes Kenteng Gelar Monitoring Dana Desa 2026, Camat Toroh Tekankan Transparansi Pembangunan

Yono menyebutkan bahwa sejumlah program pemerintah, termasuk program MBG (Makan Bergizi Gratis), dinilai sedikit banyak memengaruhi pola belanja masyarakat. Namun demikian, tidak semua pedagang merasakan dampak yang sama.

Penjual Sayur di Pasar Agro Purwodadi, Grobogan. (Dok Media Gemadika)

“Semua ada pengaruhnya, tapi tidak merata. Kecuali pedagang yang sudah punya pelanggan tetap, mungkin masih stabil. Tapi secara umum memang ada penurunan,” jelasnya.

Selain itu, perubahan pola belanja masyarakat ke sistem daring (online) juga menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, Yono menilai penjualan online pun tidak sepenuhnya stabil.

“Online juga terpengaruh. Jadi bukan hanya pasar langsung saja yang sepi,” tambahnya.

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, Yono berharap pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya sayur dan buah.

Baca juga :  Kades se-Kecamatan Toroh Hadiri Launching Posyandu 6 SPM di Dimoro, Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat

“Harapan kami harga bisa distabilkan, jangan terlalu tinggi. Supaya masyarakat bisa membeli dengan tenang. Tidak semua orang itu mampu, jadi kalau harga terlalu naik kasihan juga,” ungkapnya.

Ia juga berharap Pasar Agro Purwodadi tetap menjadi pusat kebutuhan sayur dan buah bagi masyarakat Grobogan serta mampu memenuhi kebutuhan warga selama Ramadan hingga Lebaran.

Para pedagang berharap momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga dapat kembali menggairahkan roda perekonomian pasar tradisional. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami