KUDUS,GEMADIKA.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus angkat suara terkait aksi swadaya warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, yang melakukan pengurugan jalan kabupaten secara mandiri.

Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, mengapresiasi inisiatif warga Dukuh Krajan tersebut. Namun, pihaknya tetap akan melakukan kajian teknis atas pekerjaan yang sudah terlanjur dilakukan.

“Karena sudah terjadi pengurugan, kita tetap apresiasi apa yang telah dilakukan warga. Namun, kami tetap akan memberikan kajian teknis terhadap pembangunan tersebut,” ujar Harry saat ditemui di sela kegiatan pasca-Dandangan di Jalan Sunan Kudus, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, ruas jalan yang diurug sebelumnya dalam kondisi baik karena telah dibeton. Informasi yang diterima, pengurugan dilakukan karena jalan kerap terendam banjir.

“Padahal ketika persoalannya banjir, solusinya bukan meninggikan jalan, tetapi drainase atau normalisasi sungai yang harus dikerjakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun ini akan ada normalisasi Sungai Juana oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi banjir di Kudus, termasuk di Desa Karangrowo.

“Jangan sampai peninggian jalan nantinya malah menghambat proses pembuangan air,” ujarnya.

Selama ini, lanjut Harry, belum ada pengajuan resmi terkait peninggian ruas jalan tersebut, baik melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat desa maupun kecamatan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala desa dan camat setempat agar langkah yang diambil tetap aman dan bermanfaat.

Ia juga menyebut, pengurugan yang dilakukan warga baru sebatas peninggian menggunakan material batu kapur. Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, PUPR berencana mengupayakan pengaspalan setelah ada pengajuan resmi dari pemerintah desa.

“Nanti kita upayakan pengaspalan, biar nyaman dan tidak membahayakan ketika dilalui. Kita masih menunggu pengajuan tersebut dari kepala desa setempat,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, iuran secara swadaya untuk meninggikan jalan karena akses utama mereka hampir setiap tahun terendam banjir. Tokoh masyarakat setempat, Hawi Sukamto, menyebut keputusan tersebut merupakan kesepakatan 10 RT di RW 2 setelah jalan sempat terendam hingga 1,3 meter saat musim hujan.( Tim Gemadika)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami