TOBA, GEMADIKA.com – Rapat evaluasi yang digelar di Kantor Camat Silaen, Kabupaten Toba, Rabu (4/2/2026), mengungkap dugaan penyimpangan pengelolaan dana di Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Rim Ni Tahi Do Gogona yang bermarkas di Desa Hutanamora.
BUMDesma yang bergerak di bidang pertanian dan perikanan ini mengelola dana sebesar Rp 1.815.612.560 yang bersumber dari 20% Dana Ketahanan Pangan Dana Desa dari 18 desa di wilayah Kecamatan Silaen.
Sebelumnya, BUMDesma ini sempat menjadi sorotan setelah kehilangan sekitar satu ton bawang merah hasil panen yang diduga dicuri. Kasus tersebut kini ditangani pihak kepolisian. Namun, di balik kejadian pencurian tersebut, terungkap indikasi penyimpangan dana yang jauh lebih besar.
Dalam rapat evaluasi yang dipimpin Camat Silaen Tumpal Panjaitan, terungkap berbagai kejanggalan dalam pengelolaan keuangan BUMDesma. Yang mengejutkan, Direktur BUMDesma Stanley Silaen tidak hadir dalam rapat krusial tersebut.
Uang Tidak di Tangan Bendahara
Camat Silaen meminta laporan keuangan rinci dari bendahara dan pengurus BUMDesma. Namun, pengakuan para pengurus justru menambah tanda tanya besar. Mereka menyatakan bahwa penarikan dana dari rekening—dari penarikan pertama hingga ketiga—tidak berada di tangan bendahara, melainkan dipegang langsung oleh direktur BUMDesma.
“Tidak ada laporan rinci terkait penggunaan dana tersebut,” ungkap salah satu sumber dalam rapat.
Beberapa kejanggalan yang terungkap antara lain:
- Pembelian pompa air yang tidak jelas keberadaan barangnya
- Pengadaan bibit ikan lele yang dianggarkan 200.000 ekor, namun realisasinya hanya 150.000 ekor
- Banyak kejanggalan dalam pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ)
Tumpal Panjaitan juga mempertanyakan efektivitas program tematik bawang merah yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 juta, namun hasil panen hanya mencapai sekitar Rp 20 juta lebih.
“Kami berharap para pengurus BUMDesma Rim Ni Tahi Do Gogona dapat mempertanggungjawabkan hal ini dengan jelas,” tegas Tumpal Panjaitan.
Akan Diaudit Inspektorat
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Toba, Melati Silalahi, yang turut hadir dalam rapat evaluasi tersebut, menyatakan akan segera melaporkan temuan ini kepada pimpinan daerah.
“Kami akan melaporkan hal ini agar nantinya diaudit oleh pihak berwenang, yaitu Inspektorat Kabupaten Toba, untuk lebih jelas berapa kerugian dan dugaan penyelewengan dana tersebut,” ujar Melati Silalahi.
Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan waktu beberapa bulan kepada pengurus BUMDesma untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana. Jika tidak ada penjelasan yang memuaskan, kasus ini akan langsung diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Saling Tuding Antarpengurus
Suasana rapat terlihat memanas ketika para pengurus BUMDesma saling menuding satu sama lain. Ketidakhadiran Direktur BUMDesma Stanley Silaen dalam setiap rapat evaluasi semakin menambah kecurigaan akan adanya upaya menghindar dari tanggung jawab.
Kasus ini kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah Kabupaten Toba, mengingat dana yang dikelola berasal dari 18 desa dan diperuntukkan bagi ketahanan pangan masyarakat. (Jamarlin Saragih)




