REMBANG, GEMADIKA.com– Di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momen berbagi dan peningkatan gizi bagi siswa, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang justru menuai sorotan setelah sejumlah orang tua melaporkan temuan makanan berjamur dalam paket yang dibagikan kepada anak-anak mereka.
Laporan tersebut memicu keresahan wali murid yang khawatir terhadap keamanan pangan anak-anak mereka. Sejumlah orang tua menyampaikan protes dan meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua PGRI Kabupaten Rembang, Isti, meminta adanya evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG di lapangan. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi anak.
”Ini bukan program main-main. Pemerintah sudah sangat perhatian terhadap gizi anak-anak. Harapan kami, semua lini terkait harus betul-betul melaksanakan tupoksinya secara maksimal,” ujar Isti saat diwawancarai wartawan melalui via WhatsApp, Rabu (25/2/2026).
Isti yang pernah terlibat dalam tim teknis di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) menyoroti pentingnya peran Satuan Tugas (Satgas) MBG yang melibatkan lintas sektor, antara lain Dindikpora, Dinas Kesehatan untuk pemantauan gizi, serta dinas terkait lainnya.

Menurutnya, pengawasan perlu diperketat dengan mempercepat jadwal evaluasi berkala. Jika sebelumnya evaluasi dilakukan setiap bulan, ia mengusulkan agar dalam kondisi darurat dapat dilakukan dua minggu sekali.
Selain itu, penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta segera dipanggil untuk diberikan peringatan serta penguatan edukasi terkait standar kualitas dan kebersihan makanan.
Langkah tersebut, kata dia, penting untuk mewujudkan target zero complaint atau nol keluhan dalam pelaksanaan program MBG.
Isti juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi, termasuk keberadaan penanggung jawab (PIC) di Dindikpora dan pemantau gizi di Dinas Kesehatan, agar berfungsi optimal sebagai filter sebelum makanan didistribusikan kepada siswa.
”Harapan kami berita seperti ini makin lama makin berkurang dan akhirnya zero. Biar betul-betul anak-anak menerima manfaat perbaikan gizi yang nyata dari program unggulan ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Satgas MBG Kabupaten Rembang terkait langkah konkret yang akan diambil untuk menindaklanjuti laporan tersebut. (Aziz)




