MEDAN, GEMADIKA.com – Aktivitas perjudian sabung ayam di kawasan Marelan, Kota Medan, dilaporkan masih berlangsung meski memasuki bulan suci Ramadan. Praktik tersebut disebut-sebut terjadi di Gang Bunga, Pasar 4 Marelan, dan tetap ramai dikunjungi pada akhir pekan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada 15 Maret 2026, arena tersebut diduga dikelola oleh seorang pria berinisial Wan alias Di. Kegiatan disebut berlangsung secara rutin setiap hari Sabtu dan Minggu, dengan menghadirkan kerumunan warga yang datang untuk berjudi.
Aktivitas Terjadwal di Akhir Pekan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik sabung ayam ini memiliki jadwal tetap dan terorganisir. Hal ini memicu kekhawatiran warga sekitar, terlebih aktivitas tersebut berlangsung di tengah bulan Ramadan.
Sejumlah warga menilai keberadaan arena tersebut mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Sangat disayangkan, di saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, aktivitas seperti ini justru masih berlangsung,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap Penegakan Hukum
Maraknya aktivitas tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan aparat penegak hukum di wilayah setempat. Warga berharap adanya langkah tegas untuk menghentikan praktik perjudian yang dinilai meresahkan.
Sejumlah pihak menilai, jika aktivitas tersebut benar terjadi secara terbuka dan berulang, maka diperlukan penindakan yang cepat dan transparan guna menjaga ketertiban umum.
Desakan Penindakan
Masyarakat mendesak aparat kepolisian, baik di tingkat sektor maupun kota, untuk segera melakukan penertiban serta menutup aktivitas perjudian tersebut jika terbukti melanggar hukum.
Penegakan hukum yang konsisten dinilai penting, tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga menghormati suasana bulan suci Ramadan.
Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian setempat masih dalam upaya konfirmasi. Awak media telah mencoba menghubungi Dedy Dharma untuk meminta tanggapan resmi terkait dugaan aktivitas tersebut, namun belum memberikan respons.
Penulis : Rahmat P Ritongga




