REMBANG, GEMADIKA.com – Ratusan warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Rembang sejak pagi hari. Program ini menjadi upaya pemerintah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Pangan secara resmi menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya menjelang Idulfitri 2026.
Kegiatan ini dipantau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah melalui konferensi video guna memastikan distribusi pangan bersubsidi berjalan tepat sasaran di seluruh wilayah.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Dyah Ajeng Trenggono Wati, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, pelaku usaha retail, serta para petani dan peternak lokal.
”Fokus utama kami adalah menyediakan komoditas pangan pokok yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat dengan harga di bawah pasar karena adanya dukungan subsidi dari APBD,” ujar Dyah Ajeng.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antusiasme warga sangat tinggi. Masyarakat terpantau telah memadati lokasi kegiatan sejak pukul 07.00 WIB.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan menjaga pemerataan distribusi, panitia menerapkan sistem pembelian berbasis KTP.
Adapun ketentuan pembatasan pembelian per KTP, beras maksimal 10 kg (2 kantong @5 kg), minyak goreng maksimal 2 liter, serta komoditas bumbu seperti bawang dan cabai maksimal 0,5 kg per jenis.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyatakan bahwa harga yang ditawarkan dalam GPM ini telah disubsidi secara signifikan dibandingkan harga pasar reguler.
Beberapa komoditas yang dijual di antaranya beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, telur ayam Rp27.000 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter, cabai merah keriting Rp20.000 per kilogram, bawang merah Rp36.000 per kilogram, bawang putih Rp26.000 per kilogram, serta gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Agus Iwan Haswanto menambahkan bahwa pihaknya memprediksi akan terjadi kenaikan harga pangan musiman sebesar 10 hingga 15 persen mendekati hari raya. Oleh karena itu, intensitas Pasar Tani dan GPM akan ditingkatkan selama bulan Ramadan.
”Tentu kami bersyukur kegiatan ini dinilai sangat membantu masyarakat. Kami berencana menyelenggarakan kembali kegiatan serupa pada minggu depan dengan dukungan anggaran yang ada, sehingga beban belanja masyarakat dapat berkurang di tengah potensi kenaikan harga,” pungkas Agus.
Melalui sinergi bersama BPP, KTNA, dan pelaku usaha lokal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap program ini dapat menjadi instrumen efektif dalam menekan angka inflasi daerah serta memastikan ketahanan pangan masyarakat tetap terjaga.




