PASANGKAYU, GEMADIKA.com – Penerapan konsep ekonomi biru semakin nyata di Provinsi Sulawesi Barat. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar mulai mengidentifikasi lokasi rencana pembangunan terminal khusus (tersus) Crude Palm Oil (CPO) di Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (12/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemanfaatan ruang laut berbasis zonasi yang mengacu pada kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K).
Dorong Ekonomi Biru Berbasis Zonasi
Pemanfaatan ruang laut berbasis zonasi menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi biru. Konsep ini menekankan keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan pelestarian ekosistem laut.
Rencana pembangunan terminal CPO di Desa Doda dirancang agar tidak berbenturan dengan kawasan konservasi maupun wilayah tangkap nelayan tradisional.
Sinergi Infrastruktur dan Lingkungan
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Sekretaris Daerah Junda Maulana menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Terminal khusus ini diharapkan menjadi simpul logistik strategis yang mampu mempercepat distribusi hasil produksi kelapa sawit ke pasar domestik maupun internasional.
Efisiensi rantai distribusi diyakini akan menekan biaya logistik serta meningkatkan daya saing produk sawit asal Sulawesi Barat di pasar global.
DKP Lakukan Identifikasi Lokasi
Kepala DKP Sulbar, Safaruddin, S.DM, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan zonasi dalam setiap rencana pemanfaatan ruang laut.
Ia telah menginstruksikan Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan dan Pesisir, Apriyadi, bersama tim untuk melakukan identifikasi lokasi secara langsung di Desa Doda.
“Kami ingin memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan zona peruntukannya melalui kajian mendalam. Industri harus tumbuh, namun hak nelayan dan kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas,” ujar Safaruddin.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Keberadaan terminal khusus CPO ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi berlipat (multiplier effect) bagi masyarakat pesisir.
Manfaat yang diharapkan antara lain:
- Pembukaan lapangan kerja baru
- Peningkatan aktivitas ekonomi lokal
- Tumbuhnya UMKM di sekitar kawasan proyek
- Komitmen Industri Ramah Lingkungan
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan terminal harus memenuhi prinsip green industry. Pelaku usaha diwajibkan menerapkan standar pengelolaan limbah yang ketat serta sistem pencegahan pencemaran laut.
Keseimbangan antara keuntungan industri dan kesehatan ekosistem laut menjadi kunci keberlanjutan proyek ini.
Preseden Positif Ekonomi Biru
Pengamat ekonomi kelautan menilai langkah Sulawesi Barat ini sebagai contoh positif penerapan ekonomi biru berbasis zonasi di daerah.
Dengan tata kelola yang tepat, aktivitas industri tidak lagi menjadi ancaman bagi lingkungan, melainkan dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian.
Apa Itu Ekonomi Biru?
Ekonomi biru adalah konsep pembangunan yang memanfaatkan sumber daya kelautan untuk pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga kesehatan ekosistem laut.
Mengapa Zonasi Penting?
Zonasi mencegah konflik pemanfaatan ruang laut, seperti tabrakan jalur pelayaran dengan area tangkap nelayan atau kerusakan terumbu karang.
Manfaat Terminal Khusus (Tersus) CPO
Mempercepat proses bongkar muat
Mengurangi biaya logistik
Meningkatkan daya saing komoditas di pasar global
Penulis : Antyka







Tinggalkan Balasan Batalkan balasan