SURABAYA, GEMADIKA.com — Musim kemarau 2026 belum mencapai puncaknya, namun dampaknya sudah mulai terasa di berbagai penjuru Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengonfirmasi enam kabupaten telah resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan dan sebagian wilayah bahkan sudah dilanda krisis air bersih.

Enam daerah yang resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan meliputi Kabupaten Bondowoso, Banyuwangi, Bangkalan, Lamongan, Lumajang, dan Blitar.

Bondowoso Paling Parah, Air Bersih Sudah Didistribusikan

Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengonfirmasi penanganan darurat di lapangan sudah mulai bergulir, salah satunya melalui penyaluran bantuan air ke wilayah yang mulai mengering. “Dari enam daerah tersebut, penanganan darurat berupa distribusi air bersih sudah dilakukan di Kabupaten Bondowoso, kata Gatot, Senin (18/5).

BPBD Jatim mendistribusikan air bersih sebanyak 10 ribu liter atau setara dua truk tangki ke tiga dusun terdampak di Kabupaten Bondowoso, yakni Dusun Banteng Lor, Sumberwaru, dan Banteng Duk Betok dengan total 140 Kepala Keluarga.

Sejauh ini ada enam daerah yang sudah menerbitkan siaga kekeringan. Tapi mereka belum meminta bantuan dropping air bersih. Artinya status siaga kekeringan masih bisa ditangani masing-masing daerah,” kata Gatot.

Baca juga :  Tragedi Salim Kancil: Ketika Suara Penolak Tambang Dibungkam Secara Tragis

2026 Diprediksi Lebih Parah dari 2025

Yang membuat situasi ini semakin mengkhawatirkan adalah prediksi kondisi kemarau tahun ini yang jauh lebih ekstrem dibanding tahun lalu.

BPBD Jatim memprediksi dampak kekeringan tahun 2026 akan meningkat dibanding 2025. Diperkirakan 916 desa di 29 kabupaten mengalami dampaknya.

Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu tercatat ada 129 desa di 12 kabupaten yang terdampak kekeringan. Artinya, potensi dampak tahun ini melonjak drastis hampir tujuh kali lipat.

BPBD Siapkan Ratusan Rit Air dan Ribuan Perlengkapan

Untuk penanganan kekeringan, BPBD Jatim menyiapkan distribusi air bersih hingga 867 rit. Setiap satu truk tangki mampu mengangkut sekitar 5.000 liter air. Pihaknya juga menyiapkan berbagai perlengkapan penunjang seperti 474 tandon air, 9.600 terpal, 165 tandon lipat, dan 400 jeriken yang nantinya didistribusikan ke daerah terdampak.

Lamongan Bergerak Lebih Awal

Salah satu daerah yang bergerak sigap adalah Kabupaten Lamongan. Pemerintah Kabupaten Lamongan resmi menetapkan status Siaga Bencana Kekeringan menyusul prakiraan BMKG yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dibanding kondisi normal. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 sehingga Kabupaten Lamongan berpotensi mengalami kekeringan cukup panjang.

Baca juga :  Viral Pernikahan ‘Sultan’ di Malang, Pengantin Bagi-Bagi Uang ke Ribuan Tamu

BPBD Lamongan menyiapkan lima unit armada truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, cadangan air baku bersih sebanyak 150 rit truk tangki, serta perlengkapan pendukung seperti terpal, tandon terpal, dan jerigen.

BPBD Minta Daerah Tidak Lengah

Gatot mewanti-wanti seluruh jajaran di daerah untuk tidak lengah dan bergerak cepat dalam memitigasi risiko bencana kekeringan ini. BPBD juga meminta daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat langkah penanganan apabila wilayah terdampak kekeringan terus bertambah,” ujar Gatot.

Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diimbau untuk mulai melakukan penghematan air, memanen air hujan, dan aktif melaporkan titik kekeringan kepada BPBD setempat agar bantuan dapat segera disalurkan.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami