JAKARTA, GEMADIKA.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Tanah Air. Pengawal pribadi atau bodyguard milik Nathalie Holscher, bernama Owen, diduga menjadi korban tindakan kekerasan yang melibatkan seorang oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Kasus tersebut mencuat setelah Nathalie mengunggah sejumlah pernyataan melalui Instagram Stories pribadinya pada Kamis (22/5/2026). Dalam unggahan itu, ia mengungkap dugaan tindakan represif yang dialami pengawalnya hingga menyebabkan luka di bagian wajah.

Menurut penuturan Nathalie, insiden bermula saat Owen tengah merekam video. Namun, aktivitas tersebut diduga memicu emosi pihak terduga pelaku.

Nathalie menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diselesaikan secara baik tanpa tindakan kekerasan.

“Perkara lagi video harusnya bisa lah ya bilang ‘tolong dihapus ya’, kan enak ya. Ini kok malah langsung aja, mana HP dihancurin, diambil bawa pula,” tulis Nathalie.

Ia juga meminta agar telepon genggam milik pengawalnya segera dikembalikan karena perangkat tersebut merupakan pemberiannya.

Baca juga :  Pemkab Nagan Raya dan DPRK Temui Satgas Pusat, Perjuangkan Bantuan Korban Bencana Hidrometeorologi

“Jadi ini saya cuma minta HP kembalikan karena HP itu pemberian dari saya,” lanjutnya.

Dalam unggahan lainnya, Nathalie memperlihatkan kondisi wajah Owen yang mengalami luka robek di bagian dahi sebelah kiri hingga mengeluarkan darah.

Ia kemudian menandai akun resmi Divisi Humas Polri sambil mempertanyakan tindakan aparat yang dinilai tidak mencerminkan fungsi pengayoman masyarakat.

“Mengayomi bukan menembwaaaaakk. Gimana nih @divisihumaspolri,” tulisnya.

Tak hanya itu, Nathalie juga mengunggah tangkapan layar pencarian Google yang mengarah pada sosok perwira menengah Polri berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) bernama Adhi Pradana AE, S.I.K., M.M., yang diduga terkait dalam insiden tersebut.

“Jadi gimana nih tanggung jawabnya bapak @adhipae @divisihumaspolri,” tulis Nathalie dalam unggahan lainnya.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari mantan personel Aldy Maldini yang mengaku mengenal Owen sejak lama.

Baca juga :  Detik-detik Pria Tusuk Mantan Istri Saat Salaman di Pernikahan Anak di Jakut

Aldy mengecam keras dugaan penggunaan senjata terhadap warga sipil oleh aparat penegak hukum.

“Miris sekali melihat postingan dari kak @nathalieholscher bahwa seorang Anggota POLISI berpangkat Kompol (Pamen) meluncurkan peluru, entah peluru karet atau apa pun itu ke Owen,” ungkap Aldy.

Ia menegaskan bahwa penggunaan senjata dalam situasi seperti itu tidak dapat dibenarkan.

“Apapun permasalahan awal hingga akhirnya sampai seperti ini, menembakkan senjata apapun itu bukan sesuatu yang bisa dibenarkan. Apalagi yang melakukan adalah salah satu anggota kepolisian,” lanjutnya.

Aldy juga mengajak masyarakat untuk mengawal kasus tersebut hingga tuntas agar korban memperoleh keadilan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Divisi Humas Polri maupun pihak yang disebut dalam unggahan Nathalie belum memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi dan dugaan penembakan tersebut.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami