YAHUKIMO, GEMADIKA.com — Kabar duka kembali datang dari pedalaman Papua. Delapan orang pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, tewas dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Korowai pada Rabu (20/5/2026). Aparat gabungan kini bergerak cepat menyiapkan evakuasi seluruh jenazah korban melalui jalur udara.

Korban Dituduh Aparat, Padahal Murni Warga Sipil

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Wirya, mengonfirmasi peristiwa tragis ini kepada wartawan pada Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan bahwa para korban dibunuh karena dicurigai oleh kelompok bersenjata sebagai aparat yang sedang menyamar di lokasi pendulangan emas.

“Kelompok tersebut menuding para korban sebagai aparat keamanan yang menyamar,” ujar Letkol Wirya.

Letkol Wirya dengan tegas membantah tudingan kelompok bersenjata tersebut dan menegaskan bahwa seluruh korban adalah warga sipil biasa yang sedang mencari nafkah.

“Delapan orang tersebut bukan aparat keamanan seperti yang dituduhkan kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo, melainkan warga sipil yang sedang melakukan aktivitas pendulangan emas di wilayah tersebut,” katanya.

Helikopter Disiapkan Tembus Pedalaman

Lokasi kejadian yang berada jauh di pedalaman Papua Pegunungan membuat evakuasi jenazah melalui jalur darat tidak memungkinkan. TNI pun memutuskan untuk mempercepat proses evakuasi menggunakan armada helikopter dengan dukungan personel gabungan.

“Saat ini, proses persiapan evakuasi terus dilakukan dengan dukungan personel gabungan dan armada heli guna menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah pedalaman, ungkap Letkol Wirya.

Peristiwa ini kembali menambah duka panjang yang menimpa warga sipil di wilayah Papua Pegunungan akibat aksi kekerasan kelompok bersenjata. TNI dan aparat gabungan terus meningkatkan pengamanan di wilayah tersebut demi melindungi keselamatan masyarakat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami