BATU BARA, GEMADIKA.com – Puluhan massa yang tergabung dalam gerakan Batu Bara Bergerak tetap melangsungkan aksi unjuk rasa (unras) meski diguyur hujan deras di depan gerbang utama Lapas Kelas II A Labuhan Ruku, Jalan Kuala Teuku Umar Pahang, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Senin (15/6/2026).

Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari aktivis, praktisi hukum, hingga warga. Dalam kondisi pakaian basah kuyup dan cuaca dingin, massa tetap bertahan menyampaikan orasi serta mosi tidak percaya terhadap pengelolaan lembaga pemasyarakatan tersebut.

Aksi digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, menyusul berbagai dugaan penyimpangan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selama aksi berlangsung, massa membawa spanduk berisi seruan perubahan, menggunakan pengeras suara, serta menyerahkan dokumen resmi berisi pernyataan sikap dan delapan poin tuntutan. Dokumen tersebut disusun berdasarkan pengaduan masyarakat, hasil pengamatan lapangan, serta informasi yang beredar.

Aksi berlangsung tertib dan damai dengan pengawalan aparat kepolisian serta disaksikan perwakilan instansi terkait.

Delapan Poin Tuntutan

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan secara terbuka, massa menyampaikan delapan tuntutan utama, yaitu:

  • Mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut dugaan peredaran narkotika di dalam lapas.
  • Menghentikan penggunaan telepon genggam ilegal oleh warga binaan.
  • Menghapus praktik pungutan liar terhadap warga binaan maupun keluarga.
  • Memperbaiki sistem pengawasan dan keamanan secara menyeluruh.
  • Meningkatkan transparansi informasi terkait pengelolaan lapas.
  • Melakukan evaluasi dan penindakan terhadap oknum petugas yang terbukti melanggar.
  • Meningkatkan kualitas makanan dan fasilitas hunian sesuai standar.
  • Mendesak pertanggungjawaban pimpinan lapas, termasuk tuntutan pengunduran diri.
Baca juga :  Hukum Jangan Diam! Masyarakat Desak Polresta Deli Serdang Bertindak Cepat: Tangkap Pelaku Pengeroyokan Brutal di Pantai Labu

Orasi di Tengah Hujan

Koordinator aksi, Romaduli Damanik, menegaskan bahwa kondisi cuaca tidak menyurutkan semangat massa dalam menyuarakan aspirasi.

“Hujan boleh turun deras, tapi semangat kami pantang menyerah dan tidak boleh surut. Kami datang bukan untuk membuat keributan, tetapi menuntut keadilan dan perbaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tuntutan yang disampaikan berangkat dari berbagai laporan masyarakat, termasuk dugaan praktik pungutan liar dan peredaran barang terlarang.

“Kami ingin lapas yang bersih, transparan, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tambahnya.

Tanggapan Pihak Lapas dan Aparat

Perwakilan Lapas Kelas II A Labuhan Ruku menerima dokumen tuntutan secara resmi dan menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara serta pihak berwenang lainnya.

Baca juga :  Aksi Unras Batu Bara Bergerak di Terpa Guyuran Hujan Deras, Komitmen Delapan Poin Tuntutan ke Lapas Labuhan Ruku

Pihak kepolisian dari Polres Batu Bara dan Polsek Talawi yang mengawal jalannya aksi memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta akan memantau perkembangan selanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Korpus API Sumut, Syahnan Afriansyah, menyatakan pihaknya akan terus mengawal tindak lanjut dari tuntutan tersebut.

“Kami memberi ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja. Namun, jika tidak ada langkah nyata, kami siap melibatkan lebih banyak elemen masyarakat,” ujarnya.

Prinsip Berimbang

Sebagai bagian dari prinsip jurnalistik yang berimbang, redaksi membuka ruang kepada pihak Lapas Kelas II A Labuhan Ruku, Kanwil Kemenkumham Sumut, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Penutup

Aksi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut ditutup secara damai. Massa membubarkan diri dengan tertib, sambil berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti.

Gerakan Batu Bara Bergerak menegaskan bahwa tujuan utama aksi ini adalah mendorong terciptanya lembaga pemasyarakatan yang bersih, transparan, profesional, dan manusiawi sebagai bagian dari penegakan hukum yang berkeadilan.

(Jumaidi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami