BALIKPAPAN, GEMADIKA.com – Polresta Balikpapan mengambil langkah tegas dengan membekukan sementara seluruh aktivitas organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di wilayah Kota Balikpapan. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul terjadinya konflik internal yang melibatkan dua kelompok dalam organisasi tersebut.
Keputusan itu disampaikan Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef, setelah terjadi insiden keributan di lingkungan Padepokan PSHT yang berada di Jalan Wonorejo Puncak, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Sabtu malam (13/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan tersebut bukan melibatkan pihak luar, melainkan bentrokan yang terjadi antara dua kelompok di internal organisasi PSHT. Situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran akan potensi konflik lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Balikpapan pada Jumat (19/6/2026) resmi memberlakukan penghentian sementara seluruh kegiatan PSHT di wilayah hukumnya. Kebijakan tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya gesekan susulan maupun aktivitas yang berpotensi memicu gangguan keamanan, termasuk konvoi massa yang dapat meresahkan masyarakat.
Kapolresta Balikpapan menegaskan bahwa pihaknya menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk tindakan provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hasil penelusuran kepolisian mengungkap bahwa konflik yang terjadi diduga berkaitan dengan persoalan kepengurusan organisasi di tingkat pusat yang berdampak hingga ke daerah. Ketegangan diketahui melibatkan PSHT Cabang Balikpapan yang berafiliasi dengan kepemimpinan Moerdjoko HW dan kelompok PSHT Balikpapan (JJ08) yang berada di bawah kepemimpinan Muhammad Taufiq.
Polresta Balikpapan berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan yang terjadi. Langkah pembekuan sementara tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif sekaligus mencegah konflik berkembang lebih luas.
Masyarakat juga berharap persoalan dualisme kepemimpinan yang terjadi dapat segera diselesaikan secara damai dan bijaksana sehingga nilai-nilai persaudaraan yang selama ini dijunjung tinggi dalam organisasi pencak silat tetap terjaga.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan