BONE, GEMADIKA.com Seorang pria berinisial JR (36) yang diduga terlibat dalam aksi pembobolan puluhan rumah di wilayah Sulawesi Selatan mengungkap pengakuan yang mengejutkan kepada penyidik. Pelaku mengaku memiliki ritual khusus sebelum menjalankan aksi pencurian yang dilakukannya seorang diri.

Berdasarkan hasil penyelidikan, JR diduga telah melakukan pencurian di sedikitnya 33 lokasi berbeda di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Salah satu korban yang sempat menjadi perhatian publik adalah seorang kreator konten atau YouTuber asal Kabupaten Bone.

Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa pelaku memiliki keyakinan tersendiri dalam menentukan target pencurian. Menurut pengakuannya, rumah yang menjadi sasaran dipilih berdasarkan keyakinan pribadi bahwa pemilik rumah tersebut jarang berbagi atau bersedekah kepada sesama.

“Dari pengakuan tersangka, dia membidik rumah warga yang dianggap jarang bersedekah atau berbagi kepada sesama,” ujar AKP Alvin.

Baca juga :  Pemprov Sulbar Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter UPG 12, Tiba Selamat di Tanah Air

Pelaku disebut tidak melakukan pengamatan khusus terhadap calon korbannya. Ia mengaku menentukan target secara acak berdasarkan ritual doa yang dilakukannya sebelum beraksi.

Meski demikian, pihak kepolisian menilai pelaku tetap memperhatikan kondisi rumah yang relatif sepi atau sedang ditinggal pemiliknya. Seluruh aksi tersebut dilakukan tanpa bantuan komplotan atau rekan lainnya.

“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tersangka beroperasi seorang diri dan tidak tergabung dalam jaringan pencurian tertentu,” jelas AKP Alvin.

Fakta lain yang terungkap, sebagian hasil kejahatan yang diperoleh pelaku justru digunakan untuk kegiatan sosial dan keagamaan. Polisi menyebut pelaku mengaku pernah menggunakan sebagian uang hasil curian untuk bersedekah dan membeli hewan kurban.

Namun demikian, sebagian lainnya digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk aktivitas perjudian daring dan kebutuhan hiburan lainnya.

Baca juga :  Tragis! Wanita Muda di Luwu Timur Tewas Diduga Usai Melawan Aksi Pencabulan

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Polisi terus mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain serta menghitung total kerugian yang dialami para korban.

Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan rumah, terutama saat ditinggalkan dalam waktu tertentu. Selain itu, masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Kasus ini menjadi sorotan karena pelaku mengaitkan aksi pencurian dengan keyakinan pribadi yang tidak dapat dibenarkan secara hukum maupun moral. Aparat menegaskan bahwa tindakan kriminal tetap merupakan pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami