JAKARTA, GEMADIKA.com – Operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah sempat mengalami kendala setelah beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum menghentikan layanan sementara akibat keterlambatan pencairan dana operasional.
Kondisi tersebut terjadi di beberapa wilayah dan menimbulkan pertanyaan di masyarakat terkait keberlanjutan program yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah tersebut. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa program MBG tetap berjalan dan tidak pernah dihentikan oleh pemerintah pusat.
Berdasarkan berbagai laporan media, sejumlah pengelola dapur MBG terpaksa menghentikan operasional secara mandiri karena anggaran operasional yang tersedia telah habis sementara pencairan dana bantuan dari pemerintah belum diterima.
Beberapa dapur dan SPPG bahkan sempat menghentikan pelayanan kepada penerima manfaat akibat tersendatnya aliran dana operasional. Informasi mengenai kondisi tersebut juga diberitakan oleh sejumlah media nasional dan daerah.
Di beberapa lokasi, penghentian operasional dilakukan melalui berita acara resmi yang diterbitkan pengelola setempat. Langkah itu diambil sebagai upaya menyesuaikan kondisi keuangan sambil menunggu pencairan dana dari pemerintah.
Selain itu, SPPG Demang Lebar Daun 3 dilaporkan turut menghentikan sementara penyaluran makanan pada Juni 2026 karena masih menunggu proses pencairan anggaran operasional.
Merespons munculnya berbagai informasi mengenai penghentian layanan di sejumlah daerah, Badan Gizi Nasional segera memberikan klarifikasi kepada publik.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan proses administrasi pencairan anggaran di lapangan.
Melalui pengumuman resmi yang disampaikan BGN, proses pencairan anggaran tambahan melalui mekanisme top-up Dana Bantuan Pemerintah (Banper) untuk seluruh SPPG di Indonesia telah mulai dilaksanakan secara serentak sejak Jumat, 5 Juni 2026.
BGN juga mengimbau seluruh yayasan mitra, pengelola SPPG, dan pihak terkait di daerah untuk terus berkoordinasi melalui jalur resmi yang telah ditetapkan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap kendala administrasi dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Selain itu, pengelola di daerah diminta tidak mengambil keputusan operasional secara sepihak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial tanpa konfirmasi kepada pihak berwenang.
Secara keseluruhan, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan tidak dihentikan. Kendala yang terjadi di sejumlah titik lebih disebabkan oleh proses transisi administratif dalam penyaluran dana operasional yang sempat menghambat layanan di beberapa dapur umum.
Dengan pencairan anggaran tambahan yang telah dilakukan, pemerintah berharap seluruh SPPG dapat kembali beroperasi secara optimal sehingga pelayanan makanan bergizi kepada para penerima manfaat tetap berjalan sesuai target. (Red)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan