JAYAPURA, GEMADIKA.com – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Tanah Papua sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Melalui Kementerian Sosial, pembangunan empat Sekolah Rakyat permanen ditargetkan berlangsung secara bersamaan di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional VI Papua, John Herman Mampioper, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang layak bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami bakal terus mematangkan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ujar John dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Baca juga :  Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Diperkuat Melalui Riset, Advokasi, dan Kolaborasi

Selain empat lokasi prioritas tersebut, pemerintah juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Supiori, Mamberamo Raya, Waropen, dan Keerom. Saat ini, daerah-daerah tersebut masih melengkapi persyaratan administrasi.

Menurut John, Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sistem pendidikan berasrama yang terintegrasi mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berbasis asrama yang terintegrasi bagi jenjang SD, SMP hingga SMA,” jelasnya.

Dukungan terhadap program nasional tersebut juga datang dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Baca juga :  Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Diperkuat Melalui Riset, Advokasi, dan Kolaborasi

“Sosialisasi ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap upaya nasional menanggulangi kemiskinan, khususnya di wilayah perdesaan,” katanya.

Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Seluruh peserta didik akan memperoleh fasilitas pendidikan berbasis asrama secara gratis, termasuk tempat tinggal, kebutuhan belajar, konsumsi, serta pembinaan karakter.

Pemerintah berharap percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Papua mampu membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas, mencetak generasi yang berdaya saing, sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan di Tanah Papua.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami