BATU BARA,GEMADIKA.com – Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Dinas Kabupaten Batu Bara Bergerak cepat melakukan tindakan cekatan laporan dan tupoksi asesmen.
Hujan yang memicu luapan air kembali menjadi ancaman bagi warga sekitarnya terdampak banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Sedikitnya 53 rumah warga di Desa Sukarejo, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Rabu (17/6/2026).

Merespons kondisi tersebut TAGANA, Kabupaten Batu Bara bergerak cepat melakukan pemantauan, pendataan, dan asesmen lapangan guna memastikan dampak bencana serta kebutuhan masyarakat terdampak.

Berdasarkan laporan yang disampaikan TAGANA kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Batu Bara, banjir merendam pemukiman perumahan penduduk, puluhan rumah warga dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca juga :  Timnas Indonesia U-19 Tantang Kamboja di Perebutan Juara Tiga Piala AFF U-19 2026

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dan mengungsi, peristiwa ini menjadi alarm penting akan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi yang belakangan semakin sering terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem.

Ketua tim asesmen TAGANA bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi guna melakukan verifikasi data, pendataan kebutuhan warga, serta koordinasi lintas sektor untuk mempercepat langkah penanganan.

“Prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi warga terdampak, melakukan pendataan secara akurat, dan menyiapkan langkah penanganan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan,” demikian disampaikan dalam laporan resmi TAGANA.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan awal kejadian tersebut, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara, BPBD Kabupaten Batu Bara, Camat Sei Balai, Pemerintah Desa, serta personel TAGANA.

Baca juga :  Kabag Kesra Pastikan Kontingen Batu Bara Resmi Ikuti MTQ Sumut ke-40, Sekaligus Bantah Isu Tak Kirim Peserta

Adapun langkah yang telah dilakukan meliputi koordinasi dengan pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Batu Bara. Asesmen lokasi terdampak, serta pelaporan kepada Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara sebagai dasar tindak lanjut bantuan dan penanganan.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi potensi bencana. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi instrumen strategis untuk meminimalisasi risiko serta mempercepat pemulihan pascabencana.

Hingga laporan ini diterbitkan, proses pendataan dan koordinasi penanganan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat tertangani secara optimal dan terkendali. (Jumaidi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami