BANGKALAN,GEMADIKA.com – Pagi-pagi sekali pada Minggu (19/07/26), aktivitas di desa Gebang Barat, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan sudah sangat sibuk. Mereka akan menggelar Rokat Tase atau Petik Laut di Resto Apung Pantai Gebang
Kapal-kapal nelayan yang telah disolek berjajar rapi di pinggir dermaga. Selain menjadi tontonan warga, kapal hias tersebut, akan diperlombakan oleh pemerintah desa Gebang.

Rokat Tase sudah menjadi tradisi masyarakat pesisir Madura sejak beratus-ratus tahun lalu, sebagai ungkapan mereka berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas kelimpahan ikan di laut. Rokat Tase biasanya dlakukan setiap bulan enam atau tujuh, karena sebagai bulan-bulan ikan yang melimpah.
“Ini adalah tradisi dari nenek moyang kita untuk mengadakan selametan agar mendapat keberkatan saat mencari rejeki. Setiap tahun diadakan Rokat Tase untuk bersyukur. Jadi sebelum menangkap ikan, kami syukuran dahulu,” ungkap Syaiful, Kepala Desa Gebang.
Menurut Syaiful, Rangkaian acara Rokat Tase ini dilakukan dalam waktu enam hari berturut-turut. Ada banyak kegiatan dalam enam hari itu, antara lain lomba dayung yang terselenggara mulai hari Selasa hingga Jum’at.
Hari Sabtunya akan ada pembacaan Al Quran dan juga pengajian. Barulah pada hari terakhir Rokat Tase diisi dengan menghiasi kapal dan melarung sesaji di tengah laut. Sesaji tersebut akan dibawa mereka dengan menggunakan kapal hias untuk ditenggelamkan di laut.
“Ritual ini maksudnya agar masyarakat terhindar dari malapetaka dan peroleh berkah saat mencari ikan,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini Syaiful juga mengingatkan kepada para warganya yang mayoritas nelayan untuk menghindari gesekan dengan nelayan pukat harimau (trawl) yang saat ini sudah memasuki wilayahnya.
“Secara ukuran perahu trawl sepuluh kali lipat ebih besar dari pada perahu nelayan lokal, saya sarankan kepada warga untuk menghindar. Kami mengharapkan kepada aparat terkait untuk segera menindak nelayan trawl karena sudah sangat merugikan nelayan lokal, karena alat tangkap tersebut menyapu bersih semua biota laut tanpa pandang bulu dan berdampak langsung pada penurunan tangkapan nelayan lokal,” tutupnya. (nardi)


