BENGKULU, GEMADIKA.com – Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu akan menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik melalui konsep storytelling tourism atau wisata berbasis cerita. Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga dapat mengenal legenda, sejarah, dan nilai budaya yang melekat pada kawasan tersebut.
Konsep ini menjadi bagian dari penataan Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah yang saat ini mulai dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Salah satu fasilitas yang akan dibangun adalah storytelling signage, yakni media informasi yang menyajikan kisah asal-usul Danau Dendam Tak Sudah beserta sejarah, budaya, dan pentingnya menjaga kelestarian kawasan.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan infrastruktur saat ini tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga diarahkan untuk mendukung sektor produktif, termasuk pariwisata yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kementerian PU berkomitmen terus mengawal pelaksanaan infrastruktur secara optimal dengan selalu memastikan kualitas, keberlanjutan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya sebagai dukungan kawasan pariwisata,” ujar Dody dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Angkat Legenda dan Budaya Lokal
Danau Dendam Tak Sudah merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Bengkulu yang dikenal dengan legenda tentang kisah cinta yang tak pernah terselesaikan. Cerita rakyat tersebut telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bengkulu.
Melalui konsep storytelling, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif mengenai sejarah dan budaya daerah.
Dilengkapi Berbagai Fasilitas Wisata
Penataan kawasan dilakukan di area seluas sekitar 4 hektare dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung wisata, di antaranya:
Kancah Selera sebagai pusat kuliner UMKM.
Panggung Kecik dan Panggung Gedang untuk pertunjukan seni budaya.
Balai Temu dan amfiteater.
Bangunan ticketing.
Penataan lanskap, jalan, dan drainase.
Titik pandang (sunrise view).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menjadi ruang pelestarian seni dan budaya Bengkulu.
Tetap Mengedepankan Kelestarian Lingkungan
Selain menjadi destinasi wisata, Danau Dendam Tak Sudah juga memiliki fungsi penting sebagai kawasan edukasi lingkungan. Lokasinya berada di kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam, sehingga seluruh pengembangannya tetap mengutamakan prinsip pelestarian lingkungan.
Danau Dendam Tak Sudah memiliki luas kawasan sekitar 577 hektare, dengan luas permukaan air mencapai 67 hektare. Lokasinya berada di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, sekitar 5,2 kilometer atau sekitar 15 menit dari pusat Kota Bengkulu.
Proyek penataan kawasan ini dikerjakan dengan anggaran Rp37,12 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pembangunan dimulai pada 21 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2026.
Melalui pengembangan tersebut, Kementerian PU berharap Danau Dendam Tak Sudah dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja baru, serta menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di Bengkulu.
Dilansir dari Kompascom.


