GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa Sambung, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, menggelar Rembuk Penanganan Stunting Tahun 2026 di Balai Desa Sambung, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Camat Godong Nomor B/400.10.4.4/259/KEC GODONG/2026 tanggal 8 Juli 2026 tentang pelaksanaan rembuk stunting di tingkat desa.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Sambung, Arif Sofianto, S.H., yang menegaskan bahwa rembuk stunting merupakan bagian dari upaya bersama dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Arif Sofianto menyampaikan apresiasi kepada para kader kesehatan, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), serta seluruh pihak yang selama ini bekerja keras mendampingi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu kader yang telah berjuang dalam penanganan stunting di Desa Sambung. Perhatian dan pendampingan yang diberikan secara langsung kepada masyarakat sangat berarti. Semoga angka stunting di desa ini terus menurun. Saya juga berpesan kepada perangkat desa agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Seluruh peserta Rembuk Stunting Tahun 2026 berfoto bersama usai kegiatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Desa Sambung.

Bidan Desa Sambung, Hendriyana, A.Md., bersama Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Desa Sambung, Kurotul Afifah, S.H., menjelaskan bahwa berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita.

Baca juga :  Dusun Teguhan Juarai Turnamen Voli HUT ke-81 RI di Desa Depok, Kebersamaan Warga Jadi Kemenangan Sesungguhnya

Mereka menyampaikan bahwa berdasarkan data, pada tahun 2025 terdapat 35 orang yang terindikasi stunting. Hingga Juli 2026, jumlah tersebut berhasil ditekan menjadi 13 orang.

“Penurunan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Desa, TPPS, tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pihak yang terlibat. Ke depan kami akan terus meningkatkan pelayanan agar angka stunting dapat ditekan lebih baik lagi,” jelasnya.

Rembuk stunting juga menjadi forum untuk menyampaikan berbagai masukan dari masyarakat terkait program pencegahan stunting, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.

Baca juga :  Wawasan Kebangsaan, Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Generasi Muda

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Godong, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping PKH, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Ketua dan Anggota BPD Desa Sambung, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Bidan Desa, PLKB Kecamatan Godong, Pendamping Lokal Desa, Ketua LPMD, Tim Pendamping Keluarga (TPK), PPKBD, kader kesehatan, Ketua RT/RW se-Desa Sambung, kepala satuan pendidikan, Kepala SMP Negeri 2 Godong, SD IT Nurul Iman, kepala SD Negeri 1, 2, 3, dan 4, PAUD Ayun, PAUD Mutiara Hati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) yang turut diperkenalkan kepada masyarakat.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat kebersamaan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Sambung yang sehat dan bebas stunting.

Tim Gemadika.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami