JAKARTA, GEMADIKA.com – Nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba di dada atau punggung tidak selalu menandakan serangan jantung. Kondisi tersebut juga dapat menjadi gejala diseksi aorta, yaitu robekan pada pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Diseksi aorta merupakan keadaan darurat medis yang dapat mengganggu aliran darah ke organ-organ vital hingga menyebabkan perdarahan internal yang mengancam nyawa. Karena itu, pasien membutuhkan penanganan secepat mungkin di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Dokter Dicky Alligheri dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan bahwa gejala diseksi aorta sering kali menyerupai serangan jantung sehingga tidak jarang sulit dikenali pada tahap awal.

“Kondisi gawat darurat diseksi aorta perlu mendapat penanganan segera, dilakukan pemeriksaan klinis, dan pencitraan untuk melihat kondisi pembuluh darah secara detail. Selanjutnya, tindakan akan disesuaikan dengan lokasi robekan dan kondisi pasien, mulai dari pengendalian tekanan darah secara ketat, bedah minimal invasif pada pembuluh darah (endovaskular), hingga operasi darurat,” jelas dr. Dicky.

Kenali Gejalanya

Sementara itu, dokter Yan Efrata Sembiring dari Mayapada Hospital Surabaya mengatakan bahwa diseksi aorta umumnya ditandai dengan nyeri tajam seperti dada atau punggung “terbelah” maupun “robek”.

Rasa nyeri tersebut dapat menjalar ke punggung, perut, hingga pinggang. Kondisi ini juga dapat disertai berbagai gejala lain, seperti:

Keringat dingin.
Sesak napas.
Pingsan.
Kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Gangguan bicara.
Perbedaan denyut nadi dan tekanan darah antara lengan kanan dan kiri.

Menurut dr. Yan, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berkembang sangat cepat.

Faktor Risiko Diseksi Aorta

Diseksi aorta lebih berisiko dialami oleh seseorang yang memiliki:

Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Pembesaran aorta.
Kelainan jantung bawaan.
Penyakit jaringan ikat.
Riwayat keluarga dengan penyakit aorta.
Cedera pada dada.
Usia lanjut.

Namun demikian, dr. Yan mengingatkan bahwa penyakit ini juga dapat terjadi pada seseorang tanpa faktor risiko yang jelas.

“Diseksi aorta lebih berisiko terjadi pada orang dengan hipertensi, pembesaran aorta, kelainan jantung bawaan, penyakit jaringan tubuh, riwayat keluarga, cedera, atau usia lanjut. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Karena itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta,” ujarnya.

Penanganan Harus Cepat

Dokter menegaskan bahwa keberhasilan penanganan diseksi aorta sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan tindakan medis.

Karena itu, siapa pun yang mengalami nyeri dada atau punggung yang muncul mendadak, terasa sangat hebat, dan disertai gejala lain seperti sesak napas, pingsan, atau kelemahan tubuh, dianjurkan segera mencari pertolongan medis.

Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi serius maupun kematian.

Dilansir dari CNBC.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami