JAKARTA, GEMADIKA.com – Kehamilan dan persalinan tidak hanya mengubah bentuk tubuh dan keseimbangan hormon, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi otot dasar panggul (pelvic floor). Otot ini memiliki peran penting dalam menopang kandung kemih, rahim, dan rektum.

Gangguan pada area tersebut dikenal sebagai pelvic floor dysfunction (PFD) atau disfungsi otot dasar panggul, yaitu kondisi ketika otot tidak mampu berkontraksi, rileks, atau bekerja sebagaimana mestinya.

Sebuah survei terhadap lebih dari 600 perempuan menunjukkan bahwa 96 persen responden yang mengalami gejala belum pernah mendapatkan diagnosis, sementara 86 persen mengaku tidak memperoleh panduan mengenai pemulihan otot dasar panggul setelah melahirkan.

Nyeri Saat Berhubungan Intim Bisa Menjadi Gejala

Salah satu tanda yang sering dialami perempuan setelah melahirkan adalah perubahan pada fungsi seksual. Kondisi ini dapat berupa nyeri saat berhubungan intim, rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual, hingga kesulitan mencapai orgasme.

Dalam survei tersebut, satu dari tiga perempuan yang melahirkan dalam lima tahun terakhir mengaku mengalami nyeri saat berhubungan seksual.

Baca juga :  Sering Lelah Meski Sudah Hidup Sehat? Dokter Ungkap 7 Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Menurut Liz Miracle, MSPT, WCS, fisioterapis sekaligus Head of Clinical Quality and Talent di Origin, kehamilan memberikan tekanan besar pada otot dasar panggul.

“Bahkan hanya dengan bertambahnya berat badan yang dibutuhkan untuk membawa bayi di dalam tubuh, tekanan pada otot dasar panggul sudah meningkat. Otot dasar panggul harus beradaptasi untuk menghadapi tantangan tersebut,” ujar Miracle.

Sulit Menahan Kencing hingga Rasa Berat di Area Panggul

Selain gangguan seksual, gejala lain yang cukup sering muncul adalah kebocoran urine saat batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas fisik.

Hasil survei menunjukkan bahwa 67 persen perempuan mengalami kebocoran urine setelah melahirkan.

Beberapa perempuan juga merasakan sensasi berat atau tekanan di area panggul. Gejala lainnya dapat berupa:

Nyeri pada tulang ekor.
Nyeri punggung bagian bawah.
Sembelit.
Ketidaknyamanan saat beraktivitas.

Para ahli menegaskan bahwa keluhan-keluhan tersebut bukan sesuatu yang harus dianggap normal setelah persalinan, terutama jika sudah mengganggu kualitas hidup.

Terapi Membantu Memulihkan Fungsi Otot

Pemulihan otot dasar panggul dapat dilakukan melalui fisioterapi yang dipandu tenaga kesehatan terlatih. Penanganannya meliputi pemeriksaan menyeluruh, latihan penguatan otot, teknik pernapasan, hingga program latihan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

Baca juga :  Jangan Asal Pindah Kursi di Pesawat, Ini 7 Alasan Penumpang Harus Minta Izin Awak Kabin

Menurut Toprani, pemeriksaan enam minggu setelah melahirkan umumnya hanya berfokus pada penyembuhan jaringan atau luka operasi caesar, sehingga berbeda dengan evaluasi khusus terhadap fungsi otot dasar panggul.

“Pemeriksaan itu lebih berfokus pada penyembuhan, yang memang sangat penting, tetapi jenis pemeriksaannya berbeda dengan pemeriksaan oleh fisioterapis kesehatan panggul,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses pemulihan setiap perempuan berbeda-beda.

“Tidak ada yang salah dengan diri kamu. Waktu enam minggu hanyalah batas waktu yang sering disebut, bukan berarti kamu harus langsung kembali seperti sebelum melahirkan,” katanya.

Apabila mengalami nyeri panggul, kebocoran urine, nyeri saat berhubungan intim, atau keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari, perempuan dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis kesehatan panggul agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami