LOMBOK, GEMADIKA.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengimbau seluruh pendaki agar tidak meninggalkan area perkemahan dalam keadaan kosong selama melakukan pendakian menuju puncak. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya gangguan monyet liar yang kerap merusak tenda dan mengambil makanan milik pendaki.
Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani menjelaskan, monyet liar yang mendatangi kawasan perkemahan dapat menyebabkan berbagai kerugian, mulai dari merusak tenda, mengacak-acak perlengkapan, hingga menyebarkan sampah dan sisa makanan di sekitar lokasi.
Menurut pengelola TNGR, perilaku monyet yang semakin berani merupakan dampak dari kebiasaan satwa tersebut memperoleh makanan dari manusia.
“Perilaku monyet di Gunung Rinjani yang semakin berani ini merupakan dampak dari kebiasaan satwa memperoleh makanan dari manusia. Kondisi tersebut tidak hanya merugikan pendaki, tetapi juga mengubah perilaku alami satwa liar,” demikian keterangan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani.
Untuk meminimalkan risiko gangguan satwa liar, pendaki yang tidak menggunakan jasa porter maupun pemandu (guide) disarankan agar selalu menyisakan minimal satu orang di area perkemahan saat anggota tim lainnya menuju puncak.
“Bagi pendaki yang tidak menggunakan porter atau pemandu (guide), disarankan untuk menyisakan minimal satu orang di area perkemahan guna menjaga tenda dan barang bawaan selama anggota tim lainnya melakukan pendakian ke puncak,” jelas pihak TNGR.
Menurut pengelola, langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah kerusakan tenda, kehilangan barang, maupun gangguan dari satwa liar selama pendakian berlangsung.
Selain itu, pendaki juga diimbau untuk menerapkan prinsip pendakian yang bertanggung jawab demi menjaga kelestarian kawasan konservasi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan selama berada di kawasan Gunung Rinjani antara lain tidak meninggalkan makanan di dalam tenda, menyimpan barang yang beraroma makanan dengan aman, tidak memberi makan satwa liar, membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan, serta menjaga keamanan tenda dan perlengkapan selama berada di area perkemahan.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani berharap seluruh pendaki dapat mematuhi imbauan tersebut agar aktivitas pendakian tetap aman, nyaman, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem dan perilaku alami satwa liar di kawasan konservasi tersebut.
Dilansir dari Kompascom.


