GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar acara Tasyakuran Jemaah Haji Tahun 1446 H/2025 M pada Senin pagi, 7 Juli 2025, bertempat di Pendopo Kabupaten Grobogan. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri dari jemaah haji, petugas, serta unsur perangkat daerah terkait.
Turut hadir dalam acara iniBupati Setyo Hadi, Wakil Bupati H. Sugeng Prasetyo, Ketua DPRD Hj. Lusia Indah Artani, Kasdim 0717/Grobogan Mayor Cba A. M Ichfani, Kabag Ops Polres Kompol Ngadiyo, Ketua Pengadilan Agama Antoni Sadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Kurnia Saniadi, Kepala Kemenag H. Fahrur Rozi, Ketua MUI KH. Drs. Yasin, serta para pimpinan BUMN/BUMD dan tokoh masyarakat Grobogan.

Dalam laporannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. H. Kurnia Saniadi, menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji asal Kabupaten Grobogan tahun ini mencapai 906 orang, didampingi oleh 7 petugas PHD. Proses pemulangan dilakukan dalam enam kelompok terbang (kloter) secara bertahap. Kegiatan tasyakuran ini menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ungkapan rasa syukur atas kelancaran ibadah haji yang telah dijalani.
“Semoga seluruh amal ibadah jemaah diterima Allah SWT dan diberikan predikat haji yang mabrur serta mabrurah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.
“Tidak ada kata lain yang paling tepat selain Alhamdulillah. Hari ini kita bersyukur atas kepulangan jemaah dari tanah suci dengan selamat dan penuh keberkahan,” kata Bupati.
Ia mengajak para jemaah untuk tidak hanya berhenti pada gelar haji, namun juga menjaga nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari. Bupati berharap jemaah haji dapat menjadi teladan di masyarakat, membawa pengaruh positif dari segi keagamaan, sosial, hingga ekonomi.

“Menjadi haji bukan sekadar menyandang gelar. Tapi bagaimana kita bisa menjaga kemabruran, menjadi pribadi yang lebih tawadhu, lebih sabar, dan terus berkontribusi bagi kemajuan Grobogan,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua jemaah haji asal Grobogan selama di Tanah Suci.
“Semoga almarhum dan almarhumah husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” imbuhnya.
Acara turut diisi dengan Mauidhoh Hasanah oleh KH. Faqih Mabrur yang menekankan makna spiritual ibadah haji. Ia menegaskan bahwa haji bukan hanya soal fisik dan biaya, tetapi tentang keikhlasan, kepatuhan, dan kehendak Allah SWT.
“Haji mabrur adalah hasil dari keikhlasan, mengikuti tuntunan Nabi, serta menjaga amal dan sikap setelah ibadah,” ujarnya.
Di akhir acara, para jemaah dan seluruh tamu undangan diajak untuk berdoa bersama demi kemakmuran Kabupaten Grobogan. Bupati menyebut, doa dari jemaah yang baru pulang haji sangat mustajab.
“Mari kita berdoa agar Grobogan senantiasa dalam lindungan Allah, masyarakatnya sehat, sejahtera, rukun, dan dijauhkan dari segala bencana,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan suasana khidmat dan penuh rasa syukur, menjadi simbol kembalinya para tamu Allah ke tengah masyarakat. (Dion Kodim 0717)




