REMBANG, GEMADIKA.com- Senin, 1 Juni 2026. Berkunjung ke kawasan wisata Pantai Balongan di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner khas yang ditawarkan warga setempat. Salah satunya adalah Warung Mak Kum, milik Kumiyati, warga asli Desa Balongmulyo yang telah menjalankan usahanya selama kurang lebih tujuh bulan.

‎Berlokasi sekitar 200 meter ke arah timur dari area wisata Pantai Balongan, warung sederhana tersebut menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman dengan harga yang terjangkau bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.

‎Menu makanan yang tersedia antara lain nasi pecel, tempe goreng, pia atau henci, pentol petis, rujak manis, hingga Indomie rebus maupun goreng. Sementara untuk minuman tersedia es teh, es jeruk, kopi lelet, es kelapa muda, pop ice, serta berbagai minuman sachet lainnya.

‎Dari beragam menu yang ditawarkan, rujak petis dan pentol petis menjadi menu favorit pelanggan. Rujak petis dijual dengan harga Rp7.000 per porsi, sedangkan kopi lelet Rp5.000 per gelas. Untuk es kelapa muda, pengunjung cukup merogoh kocek Rp12.000 hingga Rp15.000 tergantung varian yang dipilih.

‎Kumiyati mengatakan, rujak petis menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari pengunjung karena memiliki cita rasa khas yang berbeda. Perpaduan bumbu petis yang gurih memberikan sensasi rasa tersendiri bagi para penikmat kuliner.

Baca juga :  Pemdes Tambirejo Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring Bersama Pemkab Grobogan
foto istimewa

‎”Yang paling sering dicari pengunjung biasanya rujak petis dan pentol petis,” ujar Kumiyati.

‎Menurutnya, pada akhir pekan Warung Mak Kum rata-rata melayani sekitar 20 pelanggan. Jumlah tersebut merupakan pengunjung yang datang ke warung dan bisa bertambah ketika ada rombongan keluarga maupun wisatawan yang singgah setelah menikmati suasana pantai.

‎Salah seorang pelanggan, Dika, warga Kabupaten Tuban, mengaku kerap berkunjung ke Pantai Balongan dan menyempatkan diri mampir ke Warung Mak Kum.

‎”Saya sering ke sini karena suasananya nyaman dan sejuk. Biasanya sambil menikmati kopi dan makan rujak petis sambil melihat ombak pantai. Yang membedakan rujak petis di sini menurut saya ada pada bumbunya, rasanya gurih dan khas,” katanya.

‎Selain menawarkan kuliner khas, lokasi warung yang berada dekat kawasan pantai juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati hidangan sambil merasakan semilir angin laut dan suasana pantai yang masih alami.

‎Untuk memasuki kawasan wisata Pantai Balongan, pengunjung dikenakan tarif Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Dengan biaya yang relatif terjangkau, wisatawan dapat menikmati keindahan pantai sekaligus mencicipi kuliner khas yang dijajakan warga sekitar.

‎Kumiyati berharap kunjungan wisatawan ke Pantai Balongan terus meningkat sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil di sekitar kawasan wisata.

‎”Semoga Pantai Balongan semakin dikenal luas dan semakin banyak dikunjungi wisatawan. Dengan begitu, usaha warga sekitar bisa ikut berkembang dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

‎Keberadaan Warung Mak Kum menjadi salah satu bukti tumbuhnya usaha mikro masyarakat lokal yang memanfaatkan potensi wisata daerah. Melalui sajian kuliner khas seperti rujak petis dan pentol petis, warung tersebut turut memperkaya pengalaman wisata kuliner bagi para pengunjung Pantai Balongan.

Baca juga :  Rekonstruksi Ungkap Cara Pelaku Habisi dan Kubur Remaja di Rembang

penulis : Aziz

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami