GROBOGAN, GEMADIKA.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (13/8/2025) di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan, Purwodadi. Rapat berlangsung pukul 13.38–15.30 WIB dan dihadiri berbagai unsur Forkopimda, pejabat daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kasubsi I Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Grobogan Oryza Justisia Rizqy Winata, Kasdim 0717/Grobogan Mayor, Ichfani, Kasatlantas Polres Grobogan AKP M. Bimo Seno, beserta Kanit Gakkum Satlantas, Sekda Kabupaten Grobogan Anang Armunanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Heru Dwi Cahyono, Kepala Kantor Kemenag H. Fahrur Rozi, Koordinator Program MBG Grobogan Dyon Novan Prawira, para kepala OPD terkait, Kabag Hukum Setda Riadqa Priambodo, serta tamu undangan lainnya.

Sekda Grobogan, Anang Armunanto S.Sos.. M.Si. (tengah).

Sekda Grobogan, Anang Armunanto, menyampaikan bahwa percepatan program MBG merupakan tindak lanjut visi Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia berkualitas melalui pemenuhan gizi nasional.

Upaya percepatan ini juga menindaklanjuti hasil rakor pada 18 Juli 2025 dan Surat Edaran (SE) Mendagri No. 400.5.7/4072/SJ tanggal 25 Juli 2025 tentang pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Makan Siang Bergizi Gratis di daerah. Pemkab Grobogan telah menetapkan Keputusan Bupati No. 500.1/654/2025 tentang pembentukan satgas tersebut.

Baca juga :  62 ASN Blora Terima SK Pensiun, Bupati Arief Rohman: Pengabdian Puluhan Tahun yang Luar Biasa

Terkait penyediaan lahan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Pemkab telah mengusulkan tiga lokasi konsep pinjam pakai, yakni di Kelurahan Danyang, Desa Gubug, dan Desa Tlogotirto. Saat ini terdapat 25 SPPG terverifikasi, dengan 4 sudah operasional dan 21 belum beroperasi.

Sasaran penerima manfaat mencakup peserta didik PAUD, pendidikan dasar, menengah, kejuruan, keagamaan, khusus, layanan khusus, hingga pesantren. Tugas Satgas meliputi koordinasi lintas pihak, identifikasi lokasi SPPG, perencanaan rantai pasok pangan, pengendalian mutu, hingga pelaporan ke pemerintah pusat.

Dinas Ketahanan Pangan Daerah juga telah melakukan pengawasan keamanan pangan dua kali, yaitu di SPPG Pucang (27 Mei 2025) dan SPPG Rumah Kreatif (21 Juli 2025), dengan pengambilan sampel pangan segar untuk uji keamanan.

Koordinator Program MBG Grobogan, Dyon Novan Prawira, melaporkan bahwa dari total 125 data SPPG, saat ini 10 aktif. Potensi penerima MBG di Kabupaten Grobogan mencapai 347.993 orang, namun realisasi penerima saat ini baru 48.344 orang atau sekitar 10 persen.

Baca juga :  Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Akses Petani Loano Kini Lebih Cepat dan Mudah

Rencana pembangunan dapur MBG adalah 107 unit, namun yang sudah beroperasi baru 25 unit (22 persen). Dari 25 SPPG terverifikasi, sebarannya antara lain di Kecamatan Grobogan (6), Purwodadi (4), Tegowanu (3), Tawangharjo (3), Wirosari (2), Brati (2), Godong (1), Toroh (1), Klambu (1), Geyer (1), dan Gubug (1).

Selain itu, data Satuan Produksi dan Penyimpanan Inovasi (SPPI) di Kabupaten Grobogan tercatat sebanyak 130 unit, terdiri dari batch 1 (2), batch 2 (3), dan batch 3 (123), serta tambahan 2 unit batch 3 di luar kabupaten.

Rakor ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap aman, lancar, dan kondusif. (Dion Pendim 0717/Grobogan)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami