BANGKALAN, GEMADIKA.com – Syaikh Ahmad Amin Bin Sa’duddin Al-Murad menyampaikan tentang sejarah singkat Kelahiran dan Peristiwa yang mengiringi nabi Muhammad SAW. Ulama Makkah Al-Mukarramah sekaligus mursyid Thariqah Syadziliyah ini menyampaikan ceramahnya dalam Dauroh Ilmiyah Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar KH Muchlis Muksin, Pengasuh Ponpes Al Anwar, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan pada Minggu, (28/09/25) pukul 14.00 WIB.

“Muhammad SAW lahir di kabilah besar Bani Hasyim pada Tahun Gajah tahun 570 Masehi, tepatnya pada 12 Rabiul Awal. Pada saat itu, pasukan gajah dipimpin oleh Abrahah dari Habasyah berusaha menghancurkan Ka’bah. Namun, Allah SWT kirimkan burung ababil untuk melawan pasukan tersebut,” tutur Syaikh Amin sapaan akrap Syaikh Ahmad Amin Bin Sa’duddin Al-Murad dengan bahasa arab yang diterjemahkan langsung oleh Muhammad Abullah Fatah Muchlis Muhsin, putra dari pengasuh Ponpes Al Anwar.

Baca juga :  Pembunuhan Sadis di Lumajang Terungkap, Pemuda 18 Tahun Diduga Rekayasa TKP untuk Kelabui Polisi

Tidak hanya itu, ulama Makkah ini juga bercerita detail mulai dari tanda-tanda kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga dewasa.

“Nabi Muhammad SAW lahir dalam keaadan yatim. Karena ayahanda Rasulullah SAW meninggal dunia sejak nabi berada dalam kandungan ibunda tercinta dalam usia 2 bulan. Setelah lahir Nabi Muhammad saw dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib, dan kemudian diasuh serta disusui oleh Halimah Sa’diyah,” ucapnya.

Syaikh Amin berdakwah dengan menggunakan bahasa arab yang diterjemahkan langsung oleh Muhammad Abullah Fatah Muchlis Muhsin, putra dari pengasuh Ponpes Al Anwar. (Foto Istimewa)

Melalui peringatan Maulid Syaikh Amin menutup ceramahnya dengan mengingatkan kembali akan besarnya cinta dan kasih sayang Nabi kepada umatnya, serta perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Al Anwar, KH Muchlis Muksin menambahkan, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kelahiran beliau, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya akhlak mulia dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga :  Gubenur Khififah Buka Karya Bakti TNI Skala Besar di Bangkalan, Percepat Pemerataan Pembangunan Pulau Madura

“Maulid merupakan saat yang tepat untuk merenungkan kembali ajaran Nabi kita Muhammad SAW. Dalam peringatan ini, mari kita tingkatkan cinta dan kedekatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya,” tuturnya.

Nabi Muhammad SAW adalah panutan dan sumber inspirasi bagi umat manusia, dan peringatan Maulid ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk merenungkan ajaran-ajarannya.

“Mari kita jadikan ajaran beliau sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan sesama, maupun dalam beribadah kepada Tuhan”, tutupnya. (nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami