GROBOGAN, GEMADIKA.com – Upaya Pemerintah Desa Karangharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, dalam menekan angka stunting mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Melalui kegiatan Posyandu Stunting yang digelar secara rutin setiap bulan, angka balita stunting di desa tersebut berhasil mengalami penurunan signifikan.

Kegiatan posyandu yang dilaksanakan pada Sabtu, 4 Oktober 2025, di Balai Desa Karangharjo ini difokuskan untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang balita yang terdata mengalami stunting. Selain pemeriksaan kesehatan, para balita juga mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) guna mendukung pemenuhan gizi harian mereka.

Baca juga :  Viral! Kisah Bayi Lahir dengan Kelainan Langka di Wawonii, Netizen Diingatkan Tak Kaitkan dengan Mitos

Dari hasil pendataan awal, terdapat 56 balita yang masuk dalam kategori stunting. Setelah kegiatan posyandu berlangsung secara rutin selama tiga bulan terakhir, jumlah tersebut berhasil ditekan secara bertahap.
• Posyandu pertama berhasil menurunkan 16 balita,
• Posyandu kedua berkurang lagi 6 balita, dan
• Posyandu ketiga menurun 2 balita.

Dengan demikian, kini tersisa 32 balita yang masih memerlukan pendampingan khusus.

Sekretaris  Desa Karangharjo, Isnan Setiyo Aribowo, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan kegiatan ini. “Sangat bagus sekali, karena dapat mengurangi jumlah balita stunting,” ujarnya.

Baca juga :  Karyawan BUMN Tertipu Ritual Penggandaan Uang, Dukun Palsu di Kendal Raup Rp120 Juta

Lebih lanjut, Isnan berharap Desa Karangharjo ke depan dapat menjadi contoh bagi desa lain di wilayah Pulokulon.

“Semoga Desa Karangharjo dapat menjadi salah satu desa yang bebas stunting,” harapnya.

Pemerintah Desa Karangharjo berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan posyandu secara berkelanjutan setiap bulan serta memperkuat peran kader kesehatan dan dukungan gizi masyarakat, agar target bebas stunting di tahun-tahun mendatang bisa tercapai. (Redaksi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami