Hingga pukul 18.30 WIB, intensitas hujan masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Akibatnya, air terus meluap dan menggenangi puluhan rumah warga di tiga RT yang berbeda.
Sekretaris Desa Tegalsumur, Nur, menjelaskan kepada tim Media Gemadika bahwa derasnya curah hujan menjadi penyebab utama meluapnya aliran air hingga memasuki kawasan permukiman warga. Kondisi geografis daerah yang berada di dataran rendah membuat air hujan cepat berkumpul dan sulit mengalir.
“Air mulai naik sekitar jam tiga sore dan terus meluas. Rata-rata ketinggian air mencapai lutut orang dewasa,” ungkap Pak Nur saat ditemui di lokasi kejadian.
Banjir tersebut melanda beberapa RT di wilayah Dusun Gebang, di antaranya RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 04. Jalan-jalan kampung berubah menjadi sungai dadakan, sementara halaman rumah warga dipenuhi genangan air berlumpur.
Salah seorang warga setempat, Kang Ruken, menyampaikan bahwa air datang cukup cepat setelah hujan deras berlangsung beberapa jam. Kepanikan sempat terjadi ketika warga melihat air terus naik tanpa henti.
“Airnya datang tiba-tiba dan langsung menggenangi jalan serta halaman rumah warga. Kami berusaha menyelamatkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi,” ujarnya dengan nada cemas.
Warga gotong royong memindahkan barang-barang berharga seperti elektronik, dokumen penting, dan perlengkapan sehari-hari ke lantai atas atau tempat yang lebih tinggi. Beberapa keluarga bahkan memilih mengungsi sementara ke rumah saudara yang berada di lokasi lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun deras dan belum ada laporan korban jiwa. Aparat desa bersama warga tengah berupaya mengantisipasi kemungkinan banjir susulan dengan membuat tanggul darurat dan membuka jalur air agar aliran lebih lancar.
Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Grobogan untuk memantau perkembangan situasi dan mempersiapkan bantuan jika kondisi semakin memburuk. Warga diminta tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berlanjut. (Joko P)




