REMBANG, Gemadika.com – Di tengah hiruk-pikuk persiapan Liga 4 Putaran Jawa Tengah 2025/2026, nama Yulian Syahreva—atau akrab disapa Coach Reva atau Coach YS—membuat heboh pecinta sepak bola Rembang. Pria asal Painan, Sumatera Barat, ini baru saja digaet Persatuan Sepakbola Indonesia Rembang (PSIR) untuk mendampingi Laskar Dampo Awang.
Siapa sangka, di balik senyum ramahnya yang tenang, Coach Reva menyimpan perjalanan karir panjang dari lapangan rumput kecil di kampung halaman hingga bangku cadangan klub-klub Liga 2 nasional.
Lahir di Painan, Pesisir Selatan, pada 24 Juli 1989, Yulian Syahreva tumbuh di tengah budaya sepak bola yang kental di Sumatera Barat. Perjalanan karirnya dimulai bukan sebagai pemain bintang, melainkan sebagai pelatih muda yang mengasah ilmu di SSB Painan Yunior dan PSTS Tabing.
“Saya mulai dari nol. Belajar membangun fondasi fisik dan mental anak-anak,” kenangnya.
Coach Reva adalah lulusan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga (2007-2011) dan S2 Manajemen Pendidikan Olahraga (2012-2014) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang. Kini, dengan Lisensi B AFC dan B Nasional di tangan, Coach Reva siap “merevitalisasi” tim-tim yang ia latih.
Perjalanan profesionalnya seperti roller coaster yang menarik. Pada tahun 2019, ia melangkah ke panggung nasional sebagai pelatih fisik Elite Pro Academy (EPA) PSIS Semarang—klub Liga 1 saat itu.
“Itu momen krusial, belajar dari yang terbaik,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, ia menyusul mentornya, Jafri Sastra, ke Kalteng Putra pada pertengahan 2023 sebagai asisten pelatih, berkontribusi membentuk skuad tangguh di Liga 2.
Puncaknya, ia bergabung dengan Sriwijaya FC pada September 2024 sebagai pelatih fisik di Liga 2 Pegadaian. Bersama Laskar Wong Kito, ia belajar mengelola tim di bawah tekanan kompetisi ketat, termasuk tantangan gejolak di Palembang hingga Maret 2025.
“Itu bagian dari sepak bola, tantangan yang bikin kita lebih kuat,” kata Coach Reva yang kini berusia 36 tahun.
Kini, Coach Reva tiba di Rembang pada Rabu, 29 Oktober 2025, membawa aura baru bagi PSIR—tim legendaris yang pernah berjaya di Divisi Utama tapi kini berjuang di Liga 4.
“PSIR ini tim legendaris, dulunya di divisi utama. Saya lagi observasi pemain secara individu dan tim. Yang jelas, kita persiapkan sebaik mungkin jelang Desember,” ungkapnya saat ditemui Jumat (31/10), di sela latihan perdana.
Meskipun menyadari tantangan optimalisasi fisik dan taktik, Coach Reva optimis: “Bagaimana nanti kita lihat lagi marwah sepak bola Rembang yang lebih baik dan disegani di kancah Jawa Tengah maupun nasional.”
Dukungan penuh datang dari Ketua Umum PSIR, Nur Hasan, yang langsung menyematkan jargon “Wayahe Bangkit”.
“Kita targetkan peringkat atas di Liga 4 untuk promosi ke Liga 3. Semoga dengan Coach Reva, PSIR bangkit. Kami mohon restu dan dukungan masyarakat Rembang,” tegas Nur Hasan.
Bagi Coach Reva, ini bukan sekadar pekerjaan, tapi panggilan. Dari Painan ke Semarang, Kalimantan, Sumatera Selatan, kini Jawa Tengah—ia siap menorehkan babak baru di Liga 4 Desember mendatang.




