GROBOGAN, GEMADIKA.com – Program ketahanan pangan yang dijalankan Pemerintah Desa Tangungharjo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, desa tersebut telah mengelola peternakan ayam petelur dengan jumlah mencapai 900 ekor, Senin (22/12/2025).

Pantauan Tim Media Gemadika peternakan ayam petelur itu berada di area persawahan milik Desa Tangungharjo dan sengaja ditempatkan jauh dari permukiman warga. Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi dampak bau limbah peternakan. Meski demikian, peternakan tersebut telah dirancang dengan sistem pengelolaan yang detail agar tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan.

Baca juga :  Libur Iduladha 2026, Lebih dari 10 Ribu Penumpang Padati Stasiun Ngrombo Grobogan

Kasi Kesejahteraan Desa Tangungharjo, Alfian, menjelaskan kepada Tim Gemadika.com bahwa ayam-ayam tersebut saat ini masih dalam masa pertumbuhan.

“Jumlah ayam yang dikelola sekitar 900 ekor. Untuk masa panen ayam diperkirakan satu hingga tiga bulan ke depan,” jelas Alfian saat ditemui di lokasi, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, ayam petelur umumnya mulai produktif pada usia empat hingga enam bulan. Dengan usia ayam saat ini, diperkirakan dalam dua bulan ke depan sudah mulai bertelur dan dapat dilakukan panen telur secara bertahap.

Baca juga :  Kesal Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blora Tanam Pohon Pisang di Ruas Provinsi

“Setelah masa produktif bertelur, sekitar dua tahun, ayam akan dijual dalam kondisi hidup. Selanjutnya akan dilakukan pengisian ayam baru sebagai peremajaan,” tambahnya.

Program peternakan ayam petelur ini diharapkan mampu menjadi salah satu sumber ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan Desa Tangungharjo secara berkelanjutan. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami