GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan desa melalui program budidaya ternak kambing yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Direktur BUMDes Desa Tunggak, Didik, mengatakan bahwa ternak kambing dipilih sebagai fokus program ketahanan pangan karena sudah sangat familiar bagi masyarakat setempat serta relatif mudah dalam perawatan dan penyediaan pakan.
“Untuk ketahanan pangan, Desa Tunggak difokuskan pada ternak kambing. Selain sudah dikenal warga, ketersediaan pakan di sini relatif mudah,” ujar Didik saat ditemui Tim Gemadika di lokasi peternakan.Jum’at,(9/1/2026).

Didik menjelaskan, hingga saat ini jumlah kambing yang dikelola oleh BUMDes Desa Tunggak telah mencapai 28 ekor. Program budidaya kambing tersebut telah berjalan selama dua minggu terakhir dan akan terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi desa.
Sementara itu, Kepala Desa Tunggak, Bukhori, menambahkan bahwa pengelolaan peternakan kambing dilakukan dengan konsep terpadu dan ramah lingkungan. Seluruh potensi dari aktivitas peternakan dimanfaatkan secara optimal, termasuk pemanfaatan limbah ternak.
“Untuk satu ekor kambing membutuhkan sekitar setengah kilogram konsentrat. Limbah kotoran kami manfaatkan sebagai pupuk, sementara air kencing kambing digunakan untuk menyemprot tanaman padi,” jelas Bukhori.
Selain pakan konsentrat, kebutuhan pakan ternak juga dipenuhi melalui pakan fermentasi guna menjaga kesehatan kambing sekaligus menekan biaya produksi.
Pemerintah Desa Tunggak berharap, program budidaya kambing berbasis BUMDes ini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan desa, tetapi juga meningkatkan pendapatan desa serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Penulis : Joko Purnomo
Editor : Rini




