GROBOGAN, GEMADIKA.com – Tiga ruang kelas dan satu kantor di SD Negeri 2 Latak, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, mengalami kerusakan parah pada bagian atap yang ambrol. Demi kelangsungan kegiatan belajar mengajar, pihak sekolah terpaksa mengalihkan sementara kegiatan pembelajaran ke gedung madrasah desa setempat.

Kondisi darurat ini memaksa ratusan siswa harus belajar di tempat lain sambil menunggu perbaikan yang hingga kini belum jelas kapan akan dilaksanakan.

Rusak Sejak 2024, Makin Parah Januari 2026

Kerusakan bangunan sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2024, namun belum ada tindakan perbaikan signifikan dari pihak terkait. Kondisi semakin parah pada 11 Januari 2026 ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Grobogan, membuat atap yang sudah rapuh akhirnya ambrol.

Beruntung kejadian berlangsung pada malam hari saat tidak ada aktivitas sekolah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Jika ambrolan terjadi saat jam pelajaran, kemungkinan besar akan ada siswa atau guru yang menjadi korban.

Kejadian ini menjadi pengingat penting akan pentingnya pemeliharaan berkala infrastruktur pendidikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Siswa Kelas 2, 3, dan 4 Mengungsi ke Madrasah

Sejak Senin (19/1/2026), siswa kelas 2, 3, dan 4 yang ruang kelasnya rusak terpaksa belajar di gedung madrasah desa setempat. Pemindahan ini dilakukan setelah mendapat izin dan dukungan dari warga desa, komite sekolah, dan pihak madrasah yang dengan sukarela meminjamkan gedung mereka.

Pemindahan ke madrasah diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang lebih layak meski masih bersifat sementara.

Solidaritas Warga dan Madrasah

Kesediaan pihak madrasah dan warga desa untuk meminjamkan gedung menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di desa mereka. Meski memiliki keterbatasan fasilitas, madrasah tetap membuka pintu untuk membantu agar pembelajaran tetap berlangsung.

Komite sekolah juga aktif berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan siswa terpenuhi selama belajar di tempat sementara. Namun, situasi ini tentu tidak bisa berlangsung lama mengingat madrasah juga memiliki kegiatan dan jadwal sendiri.

Harapan Perbaikan Segera

Pihak sekolah berharap adanya perhatian serius dan bantuan perbaikan dari pemerintah daerah agar kegiatan belajar bisa kembali normal dan aman di gedung sekolah mereka sendiri.

Kondisi belajar di tempat pinjaman, meski sudah membantu, tetap tidak ideal karena siswa harus beradaptasi dengan lingkungan baru, jarak yang mungkin lebih jauh bagi sebagian siswa, dan ketidakpastian kapan bisa kembali ke sekolah mereka.

Dinas Pendidikan: Masuk Anggaran Perubahan 2026

Menanggapi kondisi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan menyatakan bahwa kerusakan yang terjadi hanya pada bagian atap dan bukan struktur bangunan secara keseluruhan.

Mekanisme anggaran perubahan memerlukan proses pengajuan, verifikasi, persetujuan DPRD, dan pelaksanaan yang bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sementara itu, siswa harus terus belajar di tempat pinjaman dengan segala keterbatasannya.

Urgensi Perbaikan Infrastruktur Pendidikan

Kasus SDN 2 Latak ini bukan yang pertama terjadi di Indonesia. Banyak sekolah, terutama di daerah, mengalami kerusakan infrastruktur yang dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya ambrol dan membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian:

Pemeliharaan Berkala:

  • Inspeksi rutin kondisi bangunan sekolah
  • Perbaikan minor sebelum menjadi kerusakan besar
  • Anggaran pemeliharaan yang memadai
  • Sistem pelaporan kerusakan yang responsif

Anggaran Darurat:

  • Alokasi dana darurat untuk perbaikan mendesak
  • Tidak menunggu anggaran perubahan untuk kasus darurat
  • Prioritas keselamatan siswa dan guru

Koordinasi Cepat:

  • Koordinasi antara sekolah, dinas, dan DPRD
  • Prosedur cepat untuk kasus darurat
  • Transparansi penggunaan anggaran

Harapan untuk Anak-Anak SDN 2 Latak

Anak-anak adalah aset bangsa yang berhak mendapatkan pendidikan di lingkungan yang aman dan nyaman. Kondisi belajar di tempat pinjaman bukanlah solusi jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Grobogan, khususnya Dinas Pendidikan dan DPRD, diharapkan dapat memprioritaskan perbaikan SDN 2 Latak agar anak-anak dapat segera kembali belajar di sekolah mereka sendiri dengan rasa aman.

Semoga segera ada solusi terbaik dan perbaikan dapat dilaksanakan sesegera mungkin demi kenyamanan dan keamanan belajar anak-anak SDN 2 Latak.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami