JAKARTA, GEMADIKA.com — Pertamina Patra Niaga mengoperasikan dua kapal pengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas besar, yakni Pertamina Gas 1 (PG1) dan Pertamina Gas 2 (PG2), sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Kedua kapal tersebut mampu mengangkut sekitar 80.000 metrik ton LPG dalam satu kali pelayaran. Kapasitas ini dinilai sangat krusial untuk menjaga pasokan energi, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun, menjelaskan bahwa keandalan armada laut menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar, terlebih LPG nasional masih bergantung pada impor.

“Di balik distribusi LPG yang digunakan setiap hari, terdapat operasional armada laut yang bekerja menjaga kontinuitas energi nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/5/2026).

Baca juga :  Tagar “Kami dari 27 Bulan Mei” Kembali Viral, Netizen Sambut Idul Adha 2026 dengan Meme Kocak

PG1 dan PG2 merupakan kapal kembar (sister ship) dengan spesifikasi identik, masing-masing memiliki kapasitas deadweight tonnage (DWT) sekitar 50.000 ton dan panjang kapal mencapai 225 meter.

Sebagai kapal tipe semi-refrigerated LPG carrier, keduanya dilengkapi sistem tangki bertekanan dan pendingin yang memungkinkan pengangkutan LPG dalam kondisi optimal. Selain itu, kapal juga dibekali berbagai sistem keselamatan berstandar internasional seperti gas detection system dan emergency shutdown system guna menjamin keamanan selama pelayaran.

Roberth menambahkan, kedua kapal tersebut beroperasi sepanjang tahun dengan standar keselamatan tinggi, mengingat LPG termasuk muatan berisiko tinggi yang memerlukan pengawasan ketat.

Baca juga :  Disegel Dishub, Omzet Parkir Ilegal di Blok M Diduga Tembus Rp100 Juta per Hari

“Kami memastikan distribusi LPG berjalan aman, tepat waktu, dan menjangkau seluruh wilayah. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Pertamina mengoperasikan sekitar 345 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan (chartered), yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut minyak mentah, 4 kapal petrokimia, serta 43 kapal pengangkut LPG.

Armada tersebut melayani berbagai rute distribusi energi, termasuk menjangkau 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Dilansir dari:BREAKINGNEWS

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami