MEDAN, GEMADIKA.com — Padamnya listrik secara massal yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah Sumatera memantik kemarahan publik yang meluap-luap. Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli Pelayanan Listrik Republik Indonesia (Formappel’RI), R Anggi Syahputra, angkat bicara dengan nada keras dan menuntut pertanggungjawaban nyata dari jajaran PT PLN (Persero).

Menurut Anggi, alasan gangguan akibat petir maupun pohon tumbang yang kerap dilontarkan PLN hanyalah dalih klasik yang tidak lagi bisa diterima masyarakat. Blackout berskala besar yang membuat Sumatera gelap gulita, tegasnya, bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bukti nyata rapuhnya sistem kelistrikan nasional.

“Kalau hanya karena petir dan pohon lalu listrik satu Sumatera lumpuh, ini bukan sekadar gangguan. Ini alarm keras bahwa sistem PLN rapuh dan gagal diantisipasi. Rakyat tidak butuh alasan klasik, rakyat butuh listrik yang stabil!” tegasnya.

Rumah Sakit, Usaha Kecil, hingga Jaringan Komunikasi Lumpuh

Anggi memaparkan betapa luasnya dampak yang ditimbulkan dari blackout massal ini. Bukan hanya rumah tangga biasa yang terdampak — rumah sakit, usaha kecil, jaringan komunikasi, hingga pelayanan publik ikut lumpuh seketika. Pedagang merugi, aktivitas ekonomi berhenti, sementara rakyat hanya disuguhi penjelasan teknis yang terus berulang setiap kali pemadaman besar terjadi.

Baca juga :  Konvoi Akbar Keliling Dusun, Ratusan Pendukung Terang Lesmana Guncang Batu Lokong di Hari Kedua Kampanye Pilkades

“Blackout ini melumpuhkan aktivitas masyarakat, rumah sakit, usaha kecil, jaringan komunikasi hingga pelayanan publik. Kalau pimpinan tidak mampu menjamin pelayanan dasar, untuk apa dipertahankan?” sindirnya tajam.

Ia bahkan secara terang-terangan menilai General Manager PLN UID Sumut tidak layak mempertahankan jabatannya karena dianggap gagal menangani krisis yang berdampak luas ini.

“Jangan jadikan petir dan pohon sebagai tameng. Yang rakyat lihat adalah listrik mati total dan aktivitas lumpuh. Ini soal kompetensi dan tanggung jawab,” katanya.

Jaringan SUTET 275 kV Jadi Sorotan

Anggi juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap jaringan transmisi utama SUTET 275 kV, tulang punggung sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera. Lumpuhnya jalur vital ini akibat gangguan yang seharusnya bisa diantisipasi, menurutnya, mencerminkan adanya kelalaian serius dalam sistem pengawasan dan perawatan jaringan PLN.

Baca juga :  Batu Bara Butuh 6.152 Titik Lampu Jalan, Wabup Syafrizal Prioritaskan Penerangan di Jalan Protokol

“Kalau infrastruktur vital bisa tumbang karena gangguan yang mestinya bisa dicegah, berarti ada yang tidak beres di tubuh PLN. Jangan sampai rakyat terus dijadikan korban dari buruknya manajemen,” ujarnya.

Desak Prabowo Audit Total dan Copot Pimpinan PLN

Anggi pun tidak setengah-setengah dalam tuntutannya. Ia secara langsung mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memerintahkan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan PLN yang dikendalikan oleh Direktur Utama Darmawan Prasodjo, sekaligus mencopot GM PLN UID Sumut yang dinilai gagal menjaga stabilitas pasokan listrik di Sumatera.

“Rakyat berhak mendapatkan pelayanan listrik yang profesional, bukan blackout massal yang terus berulang. Evaluasi total harus dilakukan sekarang juga. Kalau kinerja terus seperti ini, rakyat hanya akan semakin lelah menjadi korban kelalaian PLN,” tutupnya.

Penulis: W. Ardiansyah

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami