KYIV, GEMADIKA.com – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan menggunakan rudal hipersonik canggih Oreshnik serta ratusan drone tempur. Serangan yang menghantam ibu kota Kyiv dan sejumlah wilayah lainnya itu menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan puluhan warga mengalami luka-luka.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya telah memperingatkan potensi serangan besar Rusia setelah menerima laporan intelijen dari mitra Amerika Serikat dan Eropa.

“Dinas intelijen kami melaporkan telah menerima data, termasuk dari mitra Amerika dan Eropa, tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan dengan rudal Oreshnik,” ujar Zelensky.

Rudal Oreshnik diketahui merupakan rudal hipersonik milik Rusia yang mampu melaju lebih dari 10 kali kecepatan suara dan disebut dapat membawa hulu ledak nuklir.

Baca juga :  Iskandar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum SWI Periode 2026–2031 dalam Munas di Boyolali

Tak lama setelah peringatan itu disampaikan, Rusia dilaporkan meluncurkan sekitar 600 drone dan 90 rudal ke berbagai wilayah Ukraina pada Minggu (24/5/2026) dini hari.

Ledakan keras terdengar di sejumlah titik di Kyiv. Serangan tersebut menyebabkan bangunan tempat tinggal rusak, pasar terbakar, hingga fasilitas publik terdampak.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebut dua orang tewas di ibu kota dan puluhan lainnya terluka. Sementara dua korban lainnya dilaporkan meninggal di wilayah sekitar Kyiv.

“Tiga rudal Rusia menghantam fasilitas penyediaan air, sebuah pasar terbakar, puluhan bangunan tempat tinggal rusak, beberapa sekolah biasa, dan dia (Putin) meluncurkan ‘Oreshnik’-nya ke Bila Tserkva,” kata Zelensky melalui Telegram.

Baca juga :  Peringati Hari Bumi, Wabup Purworejo Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Krandegan

“Mereka benar-benar gila,” sambungnya.

Pemerintah Ukraina mengklaim sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat ratusan drone dan puluhan rudal yang diluncurkan Rusia. Namun sejumlah serangan tetap menimbulkan kerusakan besar di beberapa wilayah.

Warga Kyiv dilaporkan berhamburan menuju stasiun metro bawah tanah untuk berlindung dari rentetan serangan udara tersebut.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perang Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda sejak konflik berskala penuh pecah beberapa tahun terakhir.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami