ANCHORAGE, GEMADIKA.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri pertemuan puncak di Alaska pada Jumat (15/8/2025) waktu setempat tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun terkait konflik Ukraina. Pertemuan berlangsung selama tiga jam di Joint Base Elmendorf-Richardson, Anchorage, Alaska.

Trump, yang kerap menyebut dirinya sebagai “master deal-maker”, bahkan menggelar karpet merah untuk Putin. Pertemuan ini menandai pertama kalinya pemimpin Rusia itu diizinkan menginjak wilayah Barat sejak perintah invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.

Setelah pembicaraan panjang dengan didampingi para ajudan masing-masing, keduanya tiba-tiba mengakhiri pertemuan tanpa pernyataan substantif mengenai gencatan senjata.

Konferensi Pers Singkat

Dalam konferensi pers bersama yang hanya berlangsung sekitar 12 menit, Trump menyebut pertemuan tersebut “sangat produktif” dan menghasilkan sejumlah poin kesepahaman. Namun, ia tidak merinci poin-poin yang dimaksud.

“Kita belum sampai di sana, tetapi kita telah membuat kemajuan. Tidak ada kesepakatan sampai ada kesepakatan,” ujar Trump, dengan latar sederhana bertuliskan Pursuing Peace. Di kutip dari Detiknews.

Trump menambahkan, masih ada beberapa hal kecil yang harus diselesaikan, serta satu isu penting yang belum bisa diungkapkan.

Putin, di sisi lain, lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.

“Kami berharap kesepahaman yang telah kami capai akan membuka jalan bagi perdamaian di Ukraina,” kata Putin.

Isyarat Pertemuan Berikutnya

Trump menyinggung kemungkinan adanya pertemuan lanjutan dengan Putin. Mendengar hal itu, Presiden Rusia tersenyum dan menjawab dalam bahasa Inggris:

“Lain kali di Moskow.”

Meski penuh gestur simbolis dan sambutan hangat, pertemuan ini tidak menghasilkan terobosan konkret mengenai perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun tersebut.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami