JAKARTA, GEMADIKA.com – Vape dengan rasa buah yang selama ini populer di kalangan anak muda ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Penelitian terbaru mengungkap bahwa varian rasa ini dapat memicu perubahan biologis yang signifikan di dalam tubuh.

Melansir laporan The Sun (2/6/2026), sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Oncology menemukan bahwa penggunaan vape berkaitan dengan perubahan aktivitas pada ribuan gen dalam tubuh manusia.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengguna vape mengalami perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan dengan orang yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape.

Menariknya, jenis rasa dan perangkat vape yang digunakan ternyata memiliki pengaruh besar terhadap perubahan tersebut. Di antara berbagai varian yang diteliti, vape rasa buah seperti mangga dan semangka dikaitkan dengan perubahan genetik paling signifikan.

Baca juga :  Resmi Ganti Pimpinan, Kepala BGN Kini Dijabat Nanik S Deyang, Siap Perketat Tata Kelola

Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Keck School of Medicine, University of Southern California, Amerika Serikat, dengan melibatkan 83 partisipan. Mereka terdiri dari 35 pengguna vape, 24 perokok, dan 24 orang yang tidak menggunakan keduanya.

Untuk mengamati dampaknya, peneliti mengambil sampel sel dari bagian dalam pipi peserta. Sampel tersebut kemudian dianalisis menggunakan teknik RNA sequencing guna melihat aktivitas ribuan gen secara bersamaan.

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan mencolok pada ekspresi gen di antara kelompok pengguna vape dibandingkan kelompok non-pengguna.

Penulis senior penelitian, Prof Ahmad Besaratinia, menyatakan bahwa temuan ini masih menyisakan pertanyaan penting terkait penyebab utama perubahan tersebut.

Baca juga :  Tren Lari Jadi Gaya Hidup Gen Z, Ahli Sebut Bisa Cegah Obesitas dan Diabetes

“Satu pertanyaan besar masih tersisa, yaitu apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?” kata Besaratinia.

“Apakah karena aktivitas vaping itu sendiri, intensitas dan durasi penggunaan, karakteristik produk yang digunakan, atau kombinasi dari semuanya?” lanjutnya.

Temuan ini menambah daftar panjang kekhawatiran terhadap penggunaan vape, khususnya di kalangan generasi muda yang sering menganggapnya sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Para ahli pun mengingatkan bahwa meskipun penelitian lanjutan masih diperlukan, hasil ini menjadi sinyal penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan produk vape, terutama yang memiliki varian rasa menarik namun berpotensi membawa dampak kesehatan jangka panjang.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami