KEBUMEN, GEMADIKA.com — Seorang warga Kabupaten Kebumen bernama Siti Muhajiroh menjadi sorotan publik setelah video dirinya menangis di ruang Propam Polres Kebumen beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, Siti terlihat menyampaikan kesedihan dan kekecewaannya karena hingga kini belum mendapatkan kejelasan terkait aset usaha miliknya yang dilaporkan hilang. Barang-barang tersebut sebelumnya berada di sebuah bangunan yang telah dipasangi garis polisi sehingga tidak dapat diakses.
Sambil menahan tangis, Siti berharap barang-barang yang menurutnya bernilai ratusan juta rupiah dapat ditemukan atau setidaknya ada kepastian mengenai keberadaannya.
“Seharusnya kan dijaga pak, bukan dibiarkan hilang, tolonglah pak saya sudah tidak punya apa-apa,” kata Siti sembari menangis.
Siti mengaku telah berulang kali mendatangi Polres Kebumen untuk mencari informasi mengenai aset usahanya. Bahkan, ia menyebut harus meminjam sepeda motor untuk datang dan mengurus persoalan tersebut.
“Saya motor untuk ke sini aja pinjam pak, Njenengan jadi polisi saya ke sini berapa kali njenengan tahu. Saya punya anak pak, setengah tahun kasus ini,” kata Siti.
Kuasa hukum Siti, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa permasalahan bermula ketika bangunan yang disewa kliennya disegel dan dipasangi garis polisi dalam rangka penanganan sebuah perkara.
Menurut Teguh, kondisi tersebut membuat kliennya tidak dapat masuk ke dalam bangunan untuk mengambil sejumlah aset usaha yang tersimpan di lokasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa barang-barang milik Siti yang berada di dalam bangunan tersebut bukan merupakan barang bukti maupun hasil tindak pidana.
Namun, ketika upaya pengecekan dilakukan, sebagian aset yang sebelumnya berada di lokasi disebut sudah tidak ditemukan lagi.
Karena itu, Siti terus berupaya mencari kepastian terkait keberadaan barang-barang tersebut dengan harapan aset usahanya dapat kembali atau setidaknya ada penjelasan resmi mengenai kondisinya.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat yang berharap persoalan tersebut dapat segera memperoleh kejelasan.




