JAKARTA, GEMADIKA.com – Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya atau disertai nyeri hebat sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang normal. Perubahan pola haid yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi wanita dan memerlukan pemeriksaan medis.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. D. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp.Onk, menjelaskan bahwa salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah nyeri haid yang sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Nyeri haid memang wajar, namun jika sampai mengganggu aktivitas harian, seperti harus minum obat pereda nyeri setiap bulan, bahkan tidak bisa bekerja atau sekolah, maka kondisi ini perlu diperhatikan lebih serius,” ujarnya dalam konferensi pers mengenai Rekomendasi POGI untuk Vaksin HPV bagi Perempuan Pranikah dan Pasca Melahirkan.
Selain nyeri, Prof. Yudi juga mengingatkan pentingnya memperhatikan lamanya menstruasi.
“Kalau haid berlangsung lebih dari delapan hari, itu bukan haid lagi. Sudah ada kelainan dan harus segera dilakukan pengobatan,” katanya.
Menurutnya, volume darah menstruasi yang berlebihan juga tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya miom, penebalan endometrium (hiperplasia endometrium), atau kista ovarium. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, pucat, hingga mengalami anemia akibat kehilangan darah berlebihan.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Miom Rahim
Miom atau fibroid rahim merupakan pertumbuhan jaringan otot jinak pada dinding rahim. Gejalanya meliputi:
Menstruasi dengan perdarahan berlebihan.
Nyeri haid yang berat.
Perdarahan di luar siklus menstruasi.
Sering buang air kecil akibat tekanan pada kandung kemih.
Sembelit.
Perut terasa penuh atau membesar.
Nyeri saat berhubungan seksual.
Penebalan Endometrium
Hiperplasia endometrium terjadi ketika lapisan rahim menjadi terlalu tebal. Gejala yang dapat muncul antara lain:
Menstruasi lebih banyak dari biasanya.
Perdarahan di luar masa haid.
Siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari.
Perdarahan setelah menopause.
Kista Ovarium
Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk pada ovarium. Sebagian besar kista berukuran kecil tidak menimbulkan gejala, namun kista yang lebih besar dapat menyebabkan:
Nyeri panggul.
Nyeri punggung bagian bawah.
Nyeri saat berhubungan seksual.
Perut terasa penuh atau kembung.
Kesulitan buang air besar atau sering buang air kecil.
Pemeriksaan USG Penting untuk Diagnosis
Prof. Yudi menegaskan bahwa pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjadi salah satu metode utama untuk mengetahui penyebab gangguan menstruasi.
Melalui USG, dokter dapat mendeteksi keberadaan miom, mengukur ukurannya, mengetahui adanya penebalan lapisan rahim, hingga melihat keberadaan kista ovarium beserta karakteristiknya.
“Karena diperiksa oleh dokter, cukup dengan USG saja ketahuan. Ada miom, ada penebalan endometrium, ada kista dan sebagainya. Itu bisa mengganggu proses haid yang normal,” jelasnya.
POGI mengimbau perempuan untuk tidak menganggap remeh perubahan pola menstruasi yang berlangsung terus-menerus. Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar gangguan pada organ reproduksi dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Dilansir dari Detikhelt.


