JAKARTA, GEMADIKA.com – Kualitas air memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, upaya konservasi air menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan ketersediaan air bersih sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Konservasi air merupakan upaya melindungi sumber daya air melalui perlindungan kawasan resapan, penggunaan air secara efisien, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Selain menjaga ketersediaan air, langkah ini juga bertujuan mempertahankan kualitas air agar tetap aman digunakan masyarakat.

Salah satu contoh penerapan konservasi air dilakukan di Sungai Pusur, yang melintasi Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Sekretaris Pusur Institute, Lintang Eka Prakusya, mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Pusur sebelumnya sempat memprihatinkan karena dipenuhi sampah yang mencemari lingkungan.

Menurutnya, pencemaran sungai tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat secara tidak langsung, terutama melalui penurunan kualitas air dan hasil pertanian.

“Jadi lebih secara tidak langsung efeknya ke kesehatan. Kalau misalnya di sungai tercemar sampah, nanti kualitas tanaman padinya mungkin akan menurun seperti itu,” ujar Lintang saat ditemui dalam temu media bersama AQUA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (4/5/2026).

Baca juga :  Modus Baru Peredaran Narkoba Terbongkar, Etomidate Disamarkan dalam Kemasan Beras India

Selain memengaruhi kualitas hasil pertanian, pencemaran sungai juga berpotensi mengganggu keberlanjutan sumber air bersih yang digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kolaborasi Konservasi dari Hulu hingga Hilir

Program konservasi Sungai Pusur turut melibatkan AQUA melalui inisiatif Danone Impact Journey, yang berfokus pada pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Senior Manager Public Affairs and Sustainability AQUA, Jeffri Ricardo, mengatakan pihaknya memiliki komitmen untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam dibandingkan jumlah air yang digunakan dalam proses produksi.

Pendekatan yang diterapkan dilakukan secara terintegrasi dari kawasan hulu hingga hilir. Di antaranya melalui penanaman pohon untuk meningkatkan daya resap air, serta penerapan pertanian regeneratif dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida.

Baca juga :  Tiga Peserta Program SPPI Meninggal Saat Latihan Dasar Kemiliteran, Kemhan Sampaikan Duka Mendalam

Langkah tersebut bertujuan menjaga kualitas air tanah agar tetap aman bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

“Dari sumber air yang kami gunakan, itu penting menjaga dari segi quantity dan quality,” ujar Jeffri.

Ia menambahkan, penggunaan bahan kimia secara berlebihan dalam pertanian dapat meresap ke dalam tanah dan berpotensi menurunkan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat.

“Karena nanti kalau dalam penggunaan kimia itu kan, ketika berjalan waktu, dia akan meresap ke bawah tanah dan itu akan mempengaruhi kualitas air yang digunakan masyarakat juga,” jelasnya.

Melalui berbagai program konservasi tersebut, kualitas lingkungan di sekitar Sungai Pusur diharapkan terus membaik sehingga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.

Dilansir dari Rumah sakit daerah Kabupaten Aceh.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami