SITUBONDO, GEMADIKA.com – Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Peleyan dan Desa Wonokoyo di Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami kerusakan parah pada Sabtu (14/12/2024).

Jembatan sepanjang 15 meter, dengan tinggi 4 meter dan lebar 3 meter, roboh akibat intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil.

Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Puriyono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Baca juga :  Diusir dari Toko, Kakek 66 Tahun Nekat Bakar Grosiran Tengah Malam — Kerugian Rp100 Juta, Ancaman 9 Tahun Penjara!

“Tensi hujan di Situbondo dalam minggu ini cukup deras,” ujarnya. Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan tanah menjadi gembur, yang berpotensi merusak fondasi bangunan.

Dampak terparah adalah terputusnya akses transportasi bagi warga kedua desa. Masyarakat terpaksa melakukan perjalanan memutar sejauh 1 kilometer.

“Untuk warga yang naik sepeda motor bisa memutar, untuk warga yang jalan kaki bisa menyeberang sungai ketika sungainya kecil,” jelas Puriyono.

Baca juga :  Bupati Lumajang Larang ASN dan SPPG Gunakan LPG 3 Kg, Subsidi Diprioritaskan untuk Warga Miskin

Untungnya, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. “Alhamdulillah saat jembatan ambruk tidak ada korban jiwa,” tambahnya. Namun, kerugian materi cukup signifikan, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 125 juta.

Pihak BPBD segera menindaklanjuti kejadian ini. “Hari ini laporannya langsung kita serahkan ke dinas terkait,” pungkas Puriyono. (manztd)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami