KUDUS, GEMADIKA.com – Akibat meningkatnya debit air kiriman dari hulu, salah satu pintu air di Bendungan Wilangun, Kabupaten Kudus, terpaksa dibuka untuk menghindari potensi banjir meluas. Tepat pada Kamis pagi (22/05/2025) pukul 10.00 WIB, pintu air nomor 8 dibuka selebar 10 cm.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi cepat terhadap tekanan air yang terus meningkat, menyusul banjir yang terjadi di wilayah Grobogan. Saat ini, Grobogan juga sedang dilanda banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Baca juga :  Suami Pergoki Istri Diduga Bersama Tiga Pria di Rumah, Anak Ikut Menyaksikan
Petugas memantau debit air di Bendungan Wilangun, Kudus, usai membuka pintu air nomor 8 sebagai langkah antisipasi banjir kiriman dari Grobogan. (Dok. BPBD Kudus)

“Mau tidak mau Bendungan Wilangun harus kita buka untuk mengurangi debit air. Bahkan Bendungan Klambu yang ada di Grobogan juga sudah dibuka, agar banjir di Grobogan cepat surut,” ujar salah satu petugas pengelola pintu air Wilangun.

Sebagai informasi, Bendungan Wilangun memiliki total sembilan pintu air yang digunakan untuk mengatur aliran air di kawasan tersebut. Pembukaan salah satu pintu ini dilakukan secara terukur dan bertahap agar tidak menyebabkan banjir di wilayah hilir, terutama di Kudus dan sekitarnya.

Baca juga :  Kades Karangpaing Tinjau Pembangunan Jembatan Garuda, Akses Penghubung Antar Desa Segera Terwujud

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di sekitar bendungan masih aman dan terkendali, meski petugas tetap siaga penuh mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan debit air lanjutan dari hulu.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami