MAMUJU, GEMADIKA.com – Drama alam kembali melanda Sulawesi Barat. Hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari telah memicu bencana banjir yang menghancurkan infrastruktur vital di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Satu jembatan penghubung strategis antar desa roboh total, memutus akses ribuan warga dan memicu respons darurat skala besar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat langsung mengaktifkan protokol darurat dan melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Polewali Mandar untuk menangani krisis infrastruktur ini pada Rabu, 21 Mei 2025.
Banjir Bandang Hancurkan Jembatan Utama
Intensitas hujan yang mencapai level ekstrem sejak Selasa malam menyebabkan luapan masif sungai di wilayah Matangnga. Air bah yang mengalir deras dengan volume luar biasa besar berhasil menghancurkan salah satu jembatan utama yang menjadi urat nadi penghubung beberapa dusun di kawasan tersebut.
Kerusakan infrastruktur ini berdampak serius terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Aktivitas warga praktis lumpuh total, sementara distribusi logistik termasuk kebutuhan pokok dan bantuan darurat mengalami hambatan signifikan. Kondisi ini memaksa ribuan warga harus memutar jalan puluhan kilometer untuk mencapai desa tetangga.
Respons Kilat Pemerintah Sulbar
Koordinasi penanganan darurat ini merupakan manifestasi nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, serta memperkuat sinergi dalam menghadapi kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengungkapkan bahwa tim BPBD provinsi telah berkoordinasi intensif dengan jajaran BPBD Polman untuk memastikan implementasi langkah-langkah penanganan cepat dan tepat sasaran. Langkah-langkah tersebut meliputi asesmen lapangan mendalam, pengalihan jalur sementara, dan perencanaan strategis rehabilitasi jembatan.
“Koordinasi lintas wilayah sangat penting dalam mempercepat respon terhadap dampak bencana. Kami memastikan bahwa upaya tanggap darurat dilakukan secara sinergis, demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Yasir Fattah, Kamis 22 Mei 2025.
Tim Reaksi Cepat Turun Lapangan
Sementara itu, BPBD Polman telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pendataan komprehensif dan mendampingi warga yang terdampak langsung. Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun sejumlah warga dilaporkan mengalami kesulitan serius dalam mobilisasi dan membutuhkan bantuan logistik segera.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada jembatan yang rusak tersebut untuk aktivitas ekonomi dan sosial mereka. Petani kesulitan mengangkut hasil panen, anak-anak sekolah harus menempuh perjalanan jauh, dan akses layanan kesehatan menjadi terhambat.
BPBD Sulbar berkomitmen akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak secara real-time serta memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah penanganan yang dilakukan di tingkat kabupaten.




