BEKASI, GEMADIKA.com – Hiruk pikuk job fair di President University Convention Center Jababeka berubah menjadi kerumunan massal yang mencekam.

Ribuan pencari kerja berdesakan sejak subuh, bahkan ada yang pingsan karena tak kuat menahan antrin panjang di bawah terik matahari Selasa (27/5/2025).

Video viral yang beredar di media sosial memperlihatkan lautan manusia yang memadati kawasan job fair hingga menimbulkan kericuhan. Pemandangan ini menjadi potret buram tingginya angka pengangguran di Indonesia, sekaligus menguji janji-janji politik para pemimpin.

Gumilar (25), salah satu pencari kerja yang hadir, menceritakan pengalamannya yang menguras tenaga dan mental. Pemuda ini sudah tiba di lokasi sejak pagi buta, namun ternyata masih kalah cepat dengan ribuan pencari kerja lainnya.

“Saya ke sini dari jam setengah tujuh pagi. Tapi katanya, jam 5 subuh aja udah banyak yang antre,” ujar.

Situasi semakin mencekam ketika video dari lantai atas bangunan memperlihatkan para pencari kerja berdesakan di ruang yang sangat sempit. Mereka saling menempel, berjuang mendapatkan kesempatan untuk sekadar mendapat barcode pendaftaran.

Farhan, pencari kerja lainnya, mengungkapkan keputusasaannya setelah menganggur selama bertahun-tahun. Lulusan SMA 2019 ini masih menyimpan harapan meski harus berjuang di tengah kerumunan yang chaos.

“Udah lamar pas sana-sini pas lulus SMA belum keterima, semoga kali ini bisa bekerja,” katanya dengan penuh harap.

Namun, Farhan juga melontarkan kritik pedas kepada pemerintah yang dinilainya belum serius mengatasi masalah pengangguran.

“Buat pemerintah, tolong mikirin kami yang nganggur. Lapangan kerja harus dibanyakin,” tegasnya.

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang mengungkapkan fakta mengejutkan tentang ketimpangan yang terjadi. Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025 hanya menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan, namun pencari kerja yang hadir mencapai lebih dari 25.000 orang.

“Artinya, ke depan kita harus membuka bursa lowongan kerja berikutnya dengan kapasitas lebih dari 2.000 lowongan pekerjaan,” kata Ade di Jababeka, Selasa, 27 Mei 2025, seperti dikutip dari Antara.

Baca juga :  Dibawa ke Markas GRIB Jaya, Putri Penulis Ahmad Bahar Sempat Diinterogasi Hercules Soal Chat Ancaman

Angka ini menunjukkan betapa tingginya tingkat kompetisi di pasar kerja. Dengan rasio 1:12, artinya dari setiap 12 pelamar, hanya 1 yang berpeluang mendapat pekerjaan.

Kabag SDM Polres Metro Bekasi Kompol Endang Longla melaporkan kejadian yang memprihatinkan selama acara berlangsung. Sejumlah pencari kerja pingsan karena tidak kuat menghadapi antrean panjang dan cuaca panas.

“Ya ada sejumlah pencaker pingsan, kami langsung bantu dan tangani berikan pertolongan bersana tim medis,” kata Endang, Selasa, dikutip dari Wartakota.

Petugas keamanan yang seharusnya menjaga ketertiban justru kewalahan menghadapi massa yang membludak. Meskipun sudah ada pembagian jalur berdasarkan gender, tetap saja tidak mampu mengendalikan situasi.

“Salah satu momen yang mendapat perhatian adalah saat seorang pencari kerja pingsan akibat kelelahan dan antrean panjang,” katanya.

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah Setyowati, akhirnya angkat bicara dan meminta maaf atas chaos yang terjadi. Pihaknya mengaku salah dalam memprediksi jumlah peserta yang akan hadir.

“Kami mohon maaf karena antusias cukup tinggi, kita memprediksi hari ini bisa 10 ribu lebih yang datang,” kata Nur Hidayah, Selasa, dikutip dari TribunBekasi.

Ternyata, antisipasi mereka sangat jauh dari kenyataan. Peserta yang datang mencapai 25 ribu orang, atau 2,5 kali lipat dari prediksi awal. Hal ini menunjukkan kurangnya riset dan persiapan yang matang dari penyelenggara.

Upaya pembagian alur masuk berdasarkan jenis kelamin juga terbukti tidak efektif menghadapi lonjakan peserta yang massif.

Dalam gelaran ini, hanya terdapat 64 perusahaan yang ikut serta, membuka 217 posisi lowongan kerja dengan total kebutuhan tenaga kerja mencapai 2.517 orang. Lowongan mencakup berbagai latar belakang pendidikan mulai dari SMA/SMK sederajat, D3, S1, hingga untuk penyandang disabilitas.

Disnaker juga menyediakan dua area untuk walk-in interview, masing-masing diisi dua perusahaan. Total ada enam perusahaan yang langsung melakukan wawancara di tempat.

Baca juga :  Polemik Pernyataan Prabowo soal Dolar di Desa, Menkeu Purbaya: Harus Dilihat Sesuai Konteks

Namun karena keterbatasan ruang dan waktu, tidak semua perusahaan bisa melayani proses langsung tersebut. Ironisnya, banyak peserta yang sudah berjuang sejak subuh justru hanya mendapatkan barcode untuk pendaftaran online.

Peristiwa ini memicu gelombang kritik di media sosial. Warganet ramai-ramai menagih janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang pernah berjanji menyediakan 19 juta lapangan pekerjaan.

“Penampakan ribuan pelamar kerja di Cikarang Job Fair 27/5/2025. Janji 10 juta lapangan kerja Jokowi palsu. Janji 19 juta lapangan kerja Gibran palsu,” cuit akun X (Twitter) @Arta*, Rabu, 28 Mei 2025.

“Sebegini sulitnyakah cari kerja di negeri ini? Ribuan pelamar pekerjaan di Cikarang antre job fair dari Subuh desak-desakan gak bisa masuk. Jadi teringat janji-janji 19 juta lapangan pekerjaan waktu kampanye,” tulis @Soc**, Selasa, 27 Mei 2025.

“Job Fair Cikarang Jababeka. Banyak yang pingsan @gibran_tweet (menandai akun X Gibran),” @Kang**, Selasa, 27 Mei 2025.

Gibran sebelumnya berjanji akan membuka 19 juta lapangan kerja, dengan 5 juta di antaranya adalah pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs. Janji ini diucapkan saat menjadi calon wakil presiden nomor urut 02 dalam debat yang digelar KPU RI.
“Insyaallah akan terbuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan perempuan, 5 juta di antaranya adalah green jobs,” ucap Gibran di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Ahad, 21 Januari 2024.

Menurut Gibran, janji itu akan terwujud bila agenda hilirisasi, transisi menuju energi hijau, pemerataan pembangunan, ekonomi kreatif, serta UMKM bisa dikawal.

“Intinya kita tidak boleh lagi mengirim bahan mentah,” ujar Gibran.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan kesenjangan yang sangat besar antara janji kampanye dengan kondisi riil pencari kerja di Indonesia.
(Redaksi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami