PALEMBANG, GEMADIKA.com – Sebuah temuan mencurigakan terungkap di tengah aksi unjuk rasa yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sriwijaya di depan kantor Walikota Palembang. Tim investigasi Palembang Gemadika menemukan kejanggalan pada kendaraan dinas yang diduga digunakan oleh pengawal pribadi (Walpri) Walikota Palembang, Drs. Ratu Dewa.

Pada Selasa (13/5/2025), saat aksi unjuk rasa terkait kontroversi pernyataan Wakil Walikota Palembang Primasalam tentang rencana pemecatan pegawai Dinas PU PR sedang berlangsung, tim media Gemadika melakukan penyelidikan terhadap mobil Fortuner bernomor polisi BG 91 A (02.30) yang terparkir di halaman kantor walikota.

Kecurigaan muncul ketika tim Gemadika melakukan pengecekan validitas plat nomor kendaraan melalui situs resmi Badan Penerimaan Pajak Daerah (BAPENDA) Provinsi Sumatera Selatan dan situs Samsat. Hasilnya mengejutkan, nomor kendaraan tersebut tidak terdeteksi dalam database, berbeda dengan kendaraan lain yang datanya muncul lengkap.

“Saat ditanyakan kepada Anggota Satpol PP yang sedang bertugas menjaga kantor walikota, mengatakan itu mobil pengawal pribadi (Walpri) pak wali yang pakai baju hitam lengan panjang DPL itu orangnya,” tulis tim Gemadika dalam laporannya.

Baca juga :  Diduga Intimidasi Wartawan Saat Liput Proyek Renovasi PN Palembang, Gemadika Soroti Kebebasan Pers

Saat dikonfirmasi langsung kepada orang yang ditunjuk, awalnya ia mengakui, “Iya ada apa?” ujarnya. Namun setelah diberitahu bahwa nomor plat tidak terdaftar di Samsat, orang tersebut langsung mengelak dan menunjuk ke arah petugas intelijen yang sedang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa. “Saya bukan pemilik mobil itu,” kata petugas yang ditunjuk.

Tim Gemadika mencoba melakukan konfirmasi lebih lanjut, namun orang yang diduga sebagai pengawal pribadi walikota tersebut segera menghilang dari lokasi.
Keesokan harinya, Rabu (14/5/2025), tim media Gemadika berhasil menemui Walikota Palembang Drs. Ratu Dewa untuk meminta klarifikasi terkait temuan tersebut.

“Iyo ado apo dengan mobilnya,” ujar Ratu Dewa dengan dialek Palembang khasnya.

Ketika ditanya mengapa mobil yang diklaim telah membayar pajak pada Februari lalu tidak terdeteksi di sistem BAPENDA dan Samsat, Ratu Dewa menjawab dengan terburu-buru, “Nanti kita cek dibagian umum,” sambil meninggalkan tim media Gemadika dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kekhawatiran.

Baca juga :  PT Gorby Energy Salurkan 200 Sak Beras dan Ratusan Dus Bantuan untuk Korban Banjir Musi Rawas Utara

Respons tersebut menimbulkan pertanyaan baru: apakah selama ini Walikota mengetahui status kendaraan tersebut atau pura-pura tidak mengetahuinya? Tim Gemadika mencatat adanya kemungkinan mobil tersebut berasal dari hasil penadahan atau penggelapan.

“Maka aparat penegak hukum wajib memeriksa mobil tersebut, untuk memastikan bahwa kendaraan yang dipakai oleh pengawal pribadi (Walpri) Walikota Palembang bukan dari hasil kejahatan,” tulis tim Gemadika.

Tim investigasi Palembang Gemadika menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga ada penjelasan yang jelas dari Walikota Drs. Ratu Dewa.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sriwijaya sendiri merupakan respons terhadap pernyataan kontroversial Wakil Walikota Palembang Primasalam yang menyatakan akan memecat dan mengganti seluruh pegawai Dinas PU PR kota yang dianggap tidak becus bekerja.

Tim media Gemadika akan segerah menghubungi pihak kepolisian daerah sumatera selatan dan Bada Penerimaan Pajak Daerah Prov Sumsel untuk mendapatkan keterangan dan kejelasan mengenai kendaraan tersebut. (Naslim)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami