JAKARTA, GEMADIKA.com – Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ade Irfan Pulungan, menyebut bahwa nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP.
Menurut Irfan, wacana tersebut berkembang secara alami di internal partai, terutama karena kedekatan historis PPP dengan Jokowi selama dua periode masa kepemimpinannya.
“Nama Pak Jokowi memang mencuat secara alami karena hubungan erat yang telah terjalin antara PPP dan beliau, terutama sejak periode kedua pemerintahan,” kata Ade Irfan.
Namun demikian, mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menyatakan bahwa Jokowi tidak bersedia menjadi Ketua Umum PPP. Romahurmuziy mengaku telah bertemu langsung dengan Jokowi pada Desember 2024 untuk membahas kemungkinan tersebut.
“Dalam pertemuan itu, Pak Jokowi menyampaikan secara tegas bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam kepemimpinan partai politik manapun,” ungkap Romahurmuziy.
Romahurmuziy menegaskan, meskipun ada dorongan internal untuk menjadikan Jokowi sebagai figur sentral partai, keputusan akhir tetap berada pada pribadi Jokowi yang memilih tidak berkiprah dalam struktur kepemimpinan partai politik pasca jabatannya sebagai presiden.
Ade Irfan sebelumnya juga menjelaskan bahwa kedekatan PPP dengan Jokowi sudah terbangun sejak awal masa pemerintahannya, meskipun pada Pilpres 2014 PPP tidak berada di barisan pendukung Jokowi.
Namun demikian, Jokowi tetap memberi ruang bagi PPP untuk bergabung dalam kabinet, yang mempererat hubungan kedua pihak.




