PAPUA, GEMADIKA.com – Upaya mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perbatasan terus digalakkan oleh TNI. Kali ini, Satgas Yonif 131/Brajasakti melalui Pos Wembi mengimplementasikan program ketahanan pangan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat Kampung Pyiawi, Distrik Manem, Kabupaten Arso, Papua, Rabu (14/05/2025).

Program ketahanan pangan ini tidak sekadar memberikan bantuan secara instan, melainkan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan bercocok tanam yang berkelanjutan. Berbagai jenis tanaman pangan seperti sayuran dan jagung ditanam di lahan yang telah dipersiapkan bersama warga setempat.

Lettu Inf Siswandi, Dankipur D Satgas Yonif 131/Brajasakti dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat, terutama di wilayah terdepan Indonesia.

Baca juga :  Konflik Lahan Yonif Baru di Palangkaraya Memanas, Warga Tuntut Transparansi Dasar Hukum Penggusuran

“Program ini bukan hanya soal menanam, tapi soal harapan. Kami ingin masyarakat bisa lebih mandiri dan sejahtera lewat hasil bumi mereka sendiri,” ujar Lettu Siswandi.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Bapa Caga Uway (50), salah satu penduduk Kampung Pyiawi, tidak menyembunyikan rasa syukurnya atas kontribusi positif yang diberikan Satgas Yonif 131/Brajasakti.

“Beta senang skali… dengan bantu TNI, sekarang kami bisa tanam sayur dan jagung lebih banyak,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah tantangan kehidupan di wilayah perbatasan, program ketahanan pangan ini menjadi cahaya harapan bagi masyarakat. Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memperkuat hubungan baik antara TNI dengan warga setempat, sekaligus membuktikan bahwa kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan masyarakat.

Baca juga :  Innalillahi! 8 Pendulang Emas di Yahukimo Dibantai KKB — TNI Kerahkan Helikopter untuk Evakuasi Jenazah

Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi kampung-kampung lain di wilayah perbatasan untuk mengembangkan potensi pertanian mereka. Dengan demikian, ketahanan pangan tidak lagi menjadi konsep abstrak, melainkan realitas yang bisa diwujudkan berkat kerjasama semua pihak.

Program ini tidak hanya menanam benih di tanah, tetapi juga menanam semangat dan harapan bagi masyarakat perbatasan untuk masa depan yang lebih baik. (Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami