TOBA, GEMADIKA.com – Semangat nasionalisme dan kearifan lokal berpadu harmonis dalam Kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (02/06/2025) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai ini menghadirkan suasana pembelajaran yang meriah di Aula Gereja HKBP Hutanamora, Desa Hutanamora. Sebanyak 150 siswa SMA Negeri 1 Silaen turut hadir bersama warga masyarakat dan sejumlah tokoh penting daerah.
Kolaborasi Tokoh Daerah Dukung Penguatan Karakter Bangsa
Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua DPD Batak Center Tua Pangaribuan, Sekretaris Harapan Sibarani, Budayawan Tansiswo M. Siagian, Kepala Desa Hutanamora Ebeneser Panjaitan, Camat Silaen Tumpal Panjaitan, dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Dapil IX, Ir. Makmur Marpaung.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat fondasi kebangsaan di kalangan generasi muda, khususnya dalam menghadapi tantangan era globalisasi yang semakin kompleks.
Empat Pilar Kebangsaan Jadi Fokus Utama
Materi sosialisasi yang disampaikan berfokus pada empat pilar utama kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, mencegah potensi radikalisme dan terorisme, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Penyampaian materi dilakukan oleh narasumber kompeten, yakni Ir. Makmur Marpaung bersama timnya, serta Budayawan Tansiswo M. Siagian yang memberikan perspektif unik tentang integrasi nilai-nilai Pancasila dengan kearifan lokal Batak.
Pancasila sebagai Benteng di Era Global

Ir. Makmur Marpaung menegaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila adalah ideologi dasar bangsa Indonesia yang perlu dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila dapat membentengi masyarakat dari rongrongan perubahan zaman di era globalisasi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah arus globalisasi yang deras, nilai-nilai luhur bangsa harus tetap menjadi pegangan utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Harmoni Nilai Pancasila dan Budaya Batak
Sesi yang tak kalah menarik datang dari Budayawan Tansiswo M. Siagian yang menghadirkan perspektif segar tentang keselarasan antara nilai-nilai Pancasila dan budaya Batak. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan materi tentang Etika, Moral, dan Etika Habatahon, Filosofi Habatahon, serta Aksara Batak Toba.
“Nilai-nilai Pancasila dan budaya Batak memiliki persamaan yang kuat. Semangat Habatahon dan Pancasila harus dipelihara dengan slogan ‘Saya Batak, Saya Indonesia, dan Saya Pancasila’,” tegas Tansiswo, yang berhasil memukau peserta dengan penjelasan mendalam tentang kearifan lokal yang sejalan dengan ideologi bangsa.
Apresiasi Nyata untuk Pendidikan

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan, kegiatan ini ditutup dengan pemberian bantuan berupa peralatan olahraga bola voli kepada SMA Negeri 1 Silaen. Pemberian ini diharapkan dapat mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa dan meningkatkan semangat belajar dalam suasana yang sehat dan sportif.
Gesture sederhana namun bermakna ini mencerminkan perhatian terhadap pengembangan karakter siswa melalui aktivitas olahraga yang dapat membentuk jiwa sportivitas dan kerja sama tim.
Harapan Besar untuk Masa Depan
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat semakin mengakar kuat di kalangan masyarakat dan generasi muda Toba. Program seperti ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter bangsa yang kokoh dan berintegritas.
Para peserta, khususnya siswa SMA, diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkan nilai-nilai positif kepada lingkungan sekitar. (Jamarlin Saragih)




