NUNUKAN, GEMADIKA.com – Semangat nasionalisme menghangat di ujung perbatasan Indonesia. Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang khidmat di halaman Kantor Bupati Nunukan, Minggu (1/6/2025).

Upacara bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Forkompimda Kabupaten Nunukan, seluruh anggota Satgas Pamtas, serta ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan. Kehadiran generasi muda dalam acara ini menunjukkan komitmen serius dalam mewariskan semangat Pancasila kepada penerus bangsa.

Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Pancasila di Perbatasan

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, S.Sos., yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan amanat yang penuh makna. Dalam sambutannya yang menyentuh hati, beliau menegaskan betapa krusialnya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pancasila adalah dasar negara yang harus senantiasa kita hayati dan amalkan. Terlebih di wilayah perbatasan seperti Nunukan, semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Wakil Bupati.

Baca juga :  Konflik Lahan Yonif Baru di Palangkaraya Memanas, Warga Tuntut Transparansi Dasar Hukum Penggusuran

Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran tinggi akan posisi strategis Kabupaten Nunukan sebagai gerbang utama Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di wilayah ini, semangat kebangsaan bukan hanya slogan, tetapi kebutuhan nyata dalam menjaga kedaulatan negara.

TNI Wujudkan Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Anggota Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad berbaris rapi bersama personel TNI AL, Polri, dan aparat keamanan lainnya dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Nunukan, Minggu (1/6/2025).

Keterlibatan aktif Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata komitmen TNI dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan di wilayah perbatasan. Kehadiran pasukan bersenjata republik ini menunjukkan bahwa menjaga ideologi bangsa adalah tugas bersama seluruh komponen bangsa.

Sinergi yang terjalin harmonis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Nunukan menjadi kekuatan luar biasa dalam memupuk semangat persatuan dan nasionalisme. Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di daerah-daerah perbatasan yang rawan terhadap berbagai ancaman.

Upacara Khidmat Diakhiri Doa Bersama

Rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan hikmat. Seluruh peserta upacara menunjukkan rasa hormat yang tinggi terhadap simbol-simbol negara dan nilai-nilai luhur Pancasila. Suasana pagi yang sejuk di halaman Kantor Bupati Nunukan semakin menambah kesakralan momen bersejarah ini.

Baca juga :  Konflik Lahan Yonif Baru di Palangkaraya Memanas, Warga Tuntut Transparansi Dasar Hukum Penggusuran

Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh seluruh peserta upacara. Doa ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pahlawan bangsa, tetapi juga sebagai permohonan agar semangat Pancasila terus hidup dan menyala dalam sanubari setiap anak bangsa.

Pesan Moral untuk Generasi Penerus

Kehadiran ratusan pelajar dalam upacara ini memiliki makna mendalam. Mereka adalah generasi penerus yang akan mewarisi tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa. Melalui momen seperti ini, diharapkan bibit-bibit nasionalisme akan tertanam kuat dalam jiwa mereka.

Di tengah arus globalisasi dan berbagai tantangan zaman, penanaman nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda menjadi investasi terpenting bangsa. Wilayah perbatasan seperti Nunukan menjadi laboratorium hidup dalam mengamalkan semangat kebangsaan secara nyata. (Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami