BATU BARA, GEMADIKA.com – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Aktivis Batu Bara (Amara) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Batu Bara, Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Lima Puluh, Rabu (2/7/2025).
Aksi yang dipimpin oleh Ketua Amara, Hendra, menuntut transparansi dan keterbukaan Inspektorat Kabupaten Batu Bara dalam hasil audit terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun anggaran 2023/2024. Mereka juga mendesak agar salinan hasil audit tersebut dipublikasikan kepada masyarakat.
Dalam orasinya, massa menyampaikan dugaan bahwa Inspektorat terlibat dalam praktik kolusi dengan sejumlah instansi, serta tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal. Mereka bahkan menuding adanya manipulasi data dan potensi kecurangan yang dapat membuka peluang terjadinya praktik korupsi di lingkungan Pemkab Batu Bara.
“Inspektorat seolah hanya menghabiskan anggaran tanpa menunjukkan kinerja yang memadai. Kami menduga ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Kepala Inspektorat,” ujar Hendra dalam orasinya.
Massa aksi menilai bahwa banyaknya kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Batu Bara tidak terlepas dari lemahnya pengawasan oleh Inspektorat. Mereka merujuk pada hasil audit BPK RI tahun 2023/2024 yang menunjukkan sejumlah temuan dan keharusan pengembalian uang negara.
Untuk itu, Amara mendesak Bupati Batu Bara segera mengambil tindakan tegas, termasuk mencopot Kepala Inspektorat yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya.
Mereka juga berharap agar Pemkab Batu Bara menanggapi serius tuntutan tersebut dan mengambil langkah konkret demi mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Aksi unjuk rasa tersebut diterima oleh Staf Ahli Pemkab Batu Bara, Attaruddin, bersama beberapa pejabat lainnya. Attaruddin menyatakan akan menyampaikan aspirasi massa kepada pihak Inspektorat. (Jumaidi)




